Jumlah WNI yang Belajar ke Swedia Naik 17 Persen

5 hours ago 2

KEDUTAAN Besar Swedia di Jakarta mencatat minat masyarakat Indonesia yang ingin belajar dan berkarier di Swedia semakin meningkat. Terbukti dari data tahun 2024-2025, kenaikan jumlah pelajar Warga Negara Indonesia (WNI) ke Swedia sebesar 17 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya

Sebelumnya, Kedutaan Swedia menggelar acara Join Sweden Study & Career Day 2026 di Artotel GBK Senayan. Kegiatan ini menjadi upaya untuk memperkuat pengembangan kualitas sumber daya manusia generasi muda Indonesia. Acara ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan calon mahasiswa dan profesional muda dengan informasi komprehensif mengenai studi serta peluang karier di Swedia.

Berbagai universitas ternama di dunia seperti Lund University, Uppsala University, Stockholm University, Chalmers University of Technology, hingga World Maritime University hadir dalam acara ini. Kekuatan riset dan akademik bersinergi langsung dengan sektor industri melalui partisipasi perusahaan global seperti Ericsson, IKEA, Volvo Cars, Swedcham dan Epiroc. Melalui kolaborasi ini, para peserta yang mencapai lebih dari 2 ribu peserta, baik secara langsung maupun virtual dapat menyaksikan langsung bagaimana prinsip berkelanjutan dan inovasi teknologi menjadi fondasi utama di lingkungan kerja internasional.

Duta Besar Swedia untuk Indonesia, Timor Leste dan ASEAN, Daniel Blockert menyampaikan bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk berkolaborasi di panggung global. “Melalui JOIN SWEDEN, pihak Kedutaan ingin membuka jalan bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari solusi tantangan masa depan,” ucapnya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 19 April 2026.

Senada dengan hal tersebut, Govermment Relation Ericsson, Ronni mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas tenaga muda Indonesia. “Ericsson sangat terbuka untuk membangun pusat bakat dari Indonesia dan merekrut mereka yang terpilih kualifikasi sesuai, terutama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Selain itu, acara ini juga memberikan manfaat yang dirasakan oleh salah satu pengunjung, Fadli, seorang karyawan asal Jakarta. “Kegiatan ini memberikan wawasan mendalam mengenai seluk-beluk pendidikan dan kehidupan di Swedia yang sangat membantu dalam menentukan langkah karier ke depan, baik untuk melanjutkan studi maupun mencari peluang kerja internasional,” katanya.

Tak hanya berbagi pengalaman, para peserta juga mendapatkan pembekalan praktis seperti penyusunan dokumen beasiswa hingga optimalisasi profil profesional untuk pasar global. Inisiatif ini tidak hanya mempererat hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga menjawab tantangan transisi ekonomi rendah karbon yang sedang dihadapi Indonesia. Dengan fokus pada sektor IT, energi terbarukan dan ilmu hayati.

Swedia terus membuka peluang bagi tenaga terampil Indonesia untuk berkolaborasi dalam menciptakan masa depan yang lebih inovatif. Bagi masyarakat yang belum sempat hadir, Kedutaan Besar Swedia tetap menyediakan akses informasi dan materi digital melalui platform registrasi resmi sebagai komitmen berkelanjutan dalam mendukung pengembangan talenta Indonesia.

Pilihan Editor: Deretan Tokoh Dunia yang Mundur Gara-gara Epstein Files

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |