PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Pelaksana Tugas atau Plt Direktur Jenderal Imigrasi Saffar Muhammad Godam sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing atau WNA. Penyidik menahan Godam bersama tujuh tersangka lain, termasuk Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menyebut perkara tersebut berkaitan dengan dugaan pemerasan dan gratifikasi dalam pengurusan dokumen keimigrasian. KPK menduga praktik korupsi itu melibatkan sejumlah pejabat Direktorat Jenderal Imigrasi dari berbagai level jabatan, mulai dari staf hingga pimpinan.
Karier di Imigrasi
Dilansir laman resmi Imigrasi, Saffar Muhammad Godam lahir pada 2 Juni 1965. Pria yang kini berusia 61 tahun itu menghabiskan sebagian besar kariernya di lingkungan keimigrasian Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia kala itu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia pernah memimpin sejumlah kantor imigrasi strategis, antara lain Kantor Imigrasi Palembang dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Tanjung Perak, Surabaya. Setelah itu, Godam menjalankan tugas sebagai Atase Imigrasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura.
Kariernya berlanjut sebagai Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta. Ia juga pernah memimpin Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan serta Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta.
Sebelum menduduki kursi pimpinan Direktorat Jenderal Imigrasi, Godam menjabat Direktur Izin Tinggal Keimigrasian. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto kemudian menunjuknya sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi pada Oktober 2024 menggantikan Silmy Karim yang diangkat menjadi wakil menteri.
Godam memimpin Direktorat Jenderal Imigrasi selama sekitar enam bulan. Pada April 2025, ia meninggalkan jabatan tersebut untuk bertugas sebagai Asesor Sumber Daya Manusia Ahli Utama di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum.
Dalam acara pelepasan tugasnya, Godam menyampaikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Jenderal Imigrasi. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan di Ditjen Imigrasi atas dukungan dan kerja sama Bapak dan Ibu selama ini. Pencapaian yang kita raih adalah hasil kolaborasi kita semua,” kata Godam pada 23 April 2025.
Selama memimpin, Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 9 triliun atau 150 persen dari target Rp 6 triliun. Pada periode yang sama, Imigrasi juga memperluas layanan Immigration Lounge di Bekasi, Surabaya, dan Depok serta melanjutkan pengembangan autogate di sejumlah bandara dan pelabuhan internasional.
Masa kepemimpinan Godam juga ditandai dengan masuknya Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta dalam daftar 10 layanan imigrasi bandara terbaik dunia versi Skytrax 2025.
Harta Kekayaan Rp 4,7 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 31 Desember 2023, Saffar Muhammad Godam memiliki total kekayaan Rp 4,71 miliar. Laporan kekayaan terbaru tak tercantum di laman tersebut.
Aset terbesar Godam berasal dari kas dan setara kas senilai Rp 2,08 miliar. Ia juga memiliki tanah dan bangunan senilai Rp 1,23 miliar yang tersebar di Karawang, Depok, dan Sumedang.
Untuk kendaraan, Godam melaporkan kepemilikan dua mobil dengan total nilai Rp 1,11 miliar. Kendaraan tersebut terdiri atas Mercedes-Benz CLA 200 AMG tahun 2019 senilai Rp 850 juta, dan Honda City Hatchback RS tahun 2021 senilai Rp 260 juta.
Selain itu, ia memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 291,7 juta. Dalam laporan tersebut, Godam tidak mencantumkan kepemilikan surat berharga maupun utang. Dengan demikian, total kekayaan bersihnya tercatat mencapai Rp 4,71 miliar.
Kini, rekam jejak panjang Godam di dunia keimigrasian menjadi sorotan setelah KPK menjeratnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi pengurusan izin tinggal warga negara asing atau WNA.







































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)









