Presiden FIFA Gianni Infantino.(AFP/NORBERTO DUARTE )
PRESIDEN La Liga, Javier Tebas, melontarkan kritik tajam terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino dengan mendesaknya untuk segera menanggalkan jabatannya. Tebas menuduh badan pengatur sepak bola dunia tersebut tengah "menghancurkan industri sepak bola" melalui berbagai kebijakan kontroversial yang diambil selama ini.
Dalam wawancara dengan surat kabar Italia, La Gazzetta dello Sport, Tebas menyatakan bahwa masa kepemimpinan Infantino sudah seharusnya berakhir.
"Menurut pendapat saya, ya, saya pikir waktunya sudah habis," ujar Tebas saat ditanya apakah Infantino harus mundur.
Sistem Pemilihan yang Dianggap Korup
Meski mendesak mundur, Tebas mengakui bahwa pria berusia 56 tahun itu masih memiliki dukungan kuat dari federasi-federasi nasional. Ia bahkan menyebut sistem pemilihan di internal FIFA sudah "busuk hingga ke akarnya" karena tidak adanya kandidat oposisi yang berani maju.
"Tidak ada kandidat oposisi, tidak ada yang mau mencalonkan diri hanya untuk kalah. Dia seharusnya tidak bertahan, tetapi keadaan saat ini membuat dia tidak akan pergi," tambah Tebas.
Kontroversi Kasus Folarin Balogun
Salah satu poin krusial yang disoroti Tebas adalah penangguhan sanksi bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada Piala Dunia 2026. Balogun terhindar dari hukuman larangan bertanding di babak 16 besar melawan Belgia setelah adanya intervensi dari Presiden AS, Donald Trump.
Tebas menilai skandal ini sangat serius dan hampir saja meruntuhkan posisi Infantino jika AS tidak tersingkir oleh Belgia. UEFA sendiri sebelumnya telah mengkritik keputusan tersebut dengan menyebutnya sebagai langkah yang "tidak pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dimengerti, dan tidak dapat dibenarkan."
Kritik Terhadap Komersialisasi Berlebihan
Tebas juga mengecam berbagai perubahan teknis di lapangan yang dianggapnya hanya demi kepentingan komersial dan iklan, di antaranya:
- Water Break: Tebas menyebut jeda hidrasi wajib selama tiga menit di stadion ber-AC sebagai "kebohongan" yang hanya digunakan untuk slot iklan televisi.
- Durasi Istirahat: Jeda babak pertama pada final Piala Dunia yang biasanya 15 menit membengkak menjadi 27 menit 22 detik demi pertunjukan musik dari bintang global seperti Madonna dan BTS.
- Ekspansi Turnamen: Rencana penambahan peserta Piala Dunia menjadi 64 tim dianggap tidak masuk akal dan mengancam keberlangsungan liga-liga domestik.
"Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia. Kompetisi nasional-lah yang menopang olahraga ini. Mereka menghancurkan industri yang menghasilkan puluhan ribu lapangan kerja demi acara yang hanya berlangsung 40 hari," tegas Tebas. (bbc/Z-1)

















































