Mensesneg Prasetyo Hadi.(Dok. Antara)
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan pemerintah sepenuhnya menghormati keputusan Nanik Sudaryati Deyang untuk mengundurkan diri dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan tersebut diambil Nanik guna fokus pada pemulihan kondisi kesehatannya.
Prasetyo menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat memaksakan pilihan kepada Nanik, termasuk opsi mengambil cuti medis. Menurutnya, hanya yang bersangkutan yang paling memahami kondisi kesehatan pribadinya saat ini.
"Kenapa harus mundur atau kenapa tidak cuti saja, ini kita kembalikan kepada yang bersangkutan. Kita juga tidak bisa memaksakan karena yang mengerti kondisi pribadinya adalah beliau," ujar Prasetyo dilansir dari Antara, Rabu (22/7).
Pemerintah mengapresiasi kebesaran hati Nanik yang memilih mundur demi memastikan kinerja lembaga tidak terganggu. Surat pengunduran diri secara resmi telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dan telah diproses secara administratif, bukan sekadar pernyataan di media sosial.
Lebih lanjut, Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo menerima pengunduran diri tersebut mengingat BGN mengelola program strategis nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang pekerjaannya tidak dapat ditunda atau mengalami kekosongan kepemimpinan.
"Dalam waktu sesingkat-singkatnya Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari beliau dan kemudian sesegera mungkin memutuskan menunjuk penggantinya yang direncanakan dilantik hari ini, agar tugas BGN tidak terjadi kevakuman," jelasnya.
Mewakili pemerintah, Mensesneg juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi Nanik selama menjabat. Meski masa kepemimpinannya tergolong singkat, Nanik dinilai telah melakukan berbagai gebrakan dan langkah perbaikan signifikan di internal Badan Gizi Nasional. (Ant/Z-10)

















































