Iran Tuduh AS Serang dari Pangkalan di Kuwait dan Bahrain

2 hours ago 2

IRAN menuduh Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap sebuah kapal tanker minyak di Selat Hormuz dan menara komunikasi di Pulau Qeshm dengan menggunakan pangkalan militer di Kuwait dan Bahrain. Tuduhan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu, 3 Juni 2026, di tengah memanasnya kembali situasi keamanan di Timur Tengah.

Menurut laporan TRT World yang mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran melalui kantor berita Fars, Teheran mengecam keras apa yang disebutnya sebagai tindakan agresi militer Amerika Serikat terhadap wilayah Iran.

Dalam pernyataannya, kementerian tersebut menyebut serangan terjadi pada Rabu dini hari dan dilancarkan dari dua negara di kawasan, yakni Kuwait dan Bahrain. Iran menuduh Washington memanfaatkan wilayah, fasilitas, dan pangkalan militer di kedua negara untuk menjalankan operasi militer terhadap Iran.

Iran Sebut Kuwait dan Bahrain Ikut Bertanggung Jawab

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pemerintah Kuwait dan Bahrain memikul “tanggung jawab langsung dan jelas” atas serangan tersebut karena mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk operasi militer terhadap Iran.

Menurut Teheran, serangan itu melanggar gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April 2026 serta bertentangan dengan hukum internasional dan Pasal 2 Ayat 4 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa yang melarang penggunaan kekuatan terhadap integritas wilayah atau kemerdekaan politik suatu negara.

“Dalam pandangan hukum internasional, negara mana pun yang mengizinkan pihak agresor menggunakan wilayah darat, laut, udara, fasilitas, atau pangkalan yang berada di dalam yurisdiksinya untuk melakukan atau mendukung agresi militer terhadap Iran, telah secara jelas melanggar prinsip-prinsip dasar hukum internasional dan hubungan bertetangga yang baik,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

Iran juga merujuk pada Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 3314 yang mendefinisikan tindakan agresi. Menurut kementerian itu, penggunaan wilayah negara lain untuk mendukung serangan terhadap Iran dapat dikategorikan sebagai tindakan agresi.

Kuwait Laporkan Korban Akibat Serangan Iran

Di hari yang sama, Kuwait melaporkan satu orang tewas dan 63 orang terluka akibat serangan rudal balistik dan drone yang dituduhkan dilakukan Iran.

Menurut laporan Anadolu, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengutuk apa yang disebut sebagai “serangan brutal dan berkelanjutan” Iran terhadap fasilitas sipil dan infrastruktur penting negara tersebut. Salah satu sasaran yang disebut dalam pernyataan itu adalah Bandara Internasional Kuwait.

Pemerintah Kuwait menyatakan serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, puluhan korban luka, serta kerusakan pada fasilitas vital dan sejumlah misi diplomatik.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Kuwait Abdullah Al-Sanad mengatakan 63 orang mengalami luka-luka, termasuk tujuh korban yang harus menjalani operasi darurat besar.

Menurut Al-Sanad, para korban terdiri atas pegawai bandara dan penumpang. Cedera yang dialami mencakup patah tulang, luka kepala, pendarahan otak hingga amputasi anggota tubuh.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |