Inovasi AI Bakal Meriahkan Piala Dunia 2026

3 hours ago 2

AJANG Piala Dunia 2026 tak hanya menjadi turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola, tetapi diproyeksikan sebagai ajang olahraga paling canggih yang pernah digelar. Turnamen ini bakal mengimplementasikan sejumlah inovasi teknologi masa kini berbasis akal imitasi (AI) untuk keamanan, wasit, dan juga operasional saat pertandingan berlangsung.

Turnamen bergengsi yang diselenggarakan Federation Internationale de Football Association (FIFA) ini berlangsung pada 11 Juni-19 Juli 2026. Terdapat tiga lokasi untuk pertandingan ini, yaitu di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan 48 tim nasional yang ikut serta untuk 104 pertandingan.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mengutip laporan Innotechtoday pada Selasa, 9 Juni 2026, FIFA menggandeng Lenovo sebagai mitra teknologi utama dalam turnamen kali ini. Raksasa teknologi itu bakal menyediakan infrastruktur yang memungkinkan pemrosesan video, distribusi siaran, pembuatan cuplikan pertandingan, serta analisis data secara hampir real-time selama kompetisi berlangsung.

Pakai Sensor Gerak

Ulasan yang sama menyebut kalau Piala Dunia 2026 dilengkapi sensor gerak yang mengirimkan data posisi dan pergerakan ratusan kali setiap detik. Sensor tersebut bekerja bersama sistem pelacakan berbasis kamera yang tersebar di stadion untuk menciptakan rekaman digital detail dari setiap pergerakan bola selama pertandingan. Data itu dapat digunakan untuk membantu keputusan wasit, analisis pertandingan, hingga kebutuhan siaran televisi.

Kemudian, FIFA juga meningkatkan teknologi offside semi-otomatis yang menggabungkan AI, kamera pelacak pemain, dan data dari bola pertandingan. Sistem tersebut mampu memberikan peringatan otomatis kepada perangkat pertandingan ketika terdeteksi potensi pelanggaran offside sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dibandingkan metode sebelumnya.

Untuk membantu visualisasi keputusan pertandingan, FIFA telah melakukan pemindaian tubuh pemain guna menciptakan model digital tiga dimensi. Teknologi ini memungkinkan pembuatan rekonstruksi posisi pemain secara akurat ketika terjadi insiden kontroversial seperti offside. Penonton nantinya dapat melihat visualisasi yang lebih detail dibandingkan tayangan ulang konvensional.

Ada Kamera di Tubuh Wasit

Inovasi lain yang dipersiapkan adalah penggunaan kamera tubuh pada wasit. Setelah diuji dalam sejumlah kompetisi FIFA, teknologi ini memungkinkan penonton melihat pertandingan dari sudut pandang wasit secara langsung. Selain meningkatkan pengalaman menonton, fitur tersebut juga diharapkan menambah transparansi dalam proses pengambilan keputusan di lapangan.

FIFA dan mitra medianya bakal menghadirkan pengalaman menonton yang lebih interaktif. Kehadiran teknologi AI digunakan untuk mengidentifikasi momen penting pertandingan secara otomatis, membuat cuplikan pertandingan lebih cepat, serta menyesuaikan konten dengan preferensi masing-masing penonton di platform digital.

Sementara itu, penyelenggara turnamen menggunakan teknologi kembaran digital dengan replika virtual stadion dan infrastruktur pendukung untuk mensimulasikan pergerakan penonton, sistem transportasi, hingga skenario darurat sebelum pertandingan berlangsung. Pendekatan ini membantu mengidentifikasi potensi masalah operasional sejak dini. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |