Industri Makin Membutuhkan Tenaga Kerja Terampil, Peminat SMK SMTI Padang Melonjak

2 days ago 2
Industri Makin Membutuhkan Tenaga Kerja Terampil, Peminat SMK SMTI Padang Melonjak Sebanyak 4.043 calon peserta didik mendaftar pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK SMTI Padang.(Dok.SMK SMTI Padang )

MINAT masyarakat terhadap pendidikan vokasi terus meningkat seiring tingginya kebutuhan industri akan tenaga kerja yang memiliki keterampilan spesifik dan sertifikasi kompetensi. Tren tersebut tecermin dari lonjakan jumlah pendaftar Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK SMTI Padang.

Sekolah vokasi di bawah naungan Kementerian Perindustrian itu mencatat sebanyak 4.043 calon peserta didik mendaftar pada tahun ini. Jumlah tersebut meningkat 60,63% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 2.517 pendaftar.

Di sisi lain, daya tampung sekolah masih terbatas. SMK SMTI Padang hanya menerima 264 siswa baru yang terdiri atas 150 siswa pada Program Keahlian Teknik Kimia Industri (TKI) dan 114 siswa pada Program Keahlian Teknik Otomasi Industri (TOI).

Kondisi tersebut membuat persaingan masuk semakin ketat. Rasio seleksi tahun ini mencapai 1:15, meningkat signifikan dibandingkan tahun lalu yang berada pada angka 1:8,7. Angka itu juga melampaui target rasio seleksi yang sebelumnya ditetapkan sebesar 1:10. Dengan demikian, hanya satu dari setiap 15 pendaftar yang berhasil lolos seleksi.

Tingginya animo masyarakat dinilai tidak lepas dari rekam jejak lulusan yang memiliki tingkat keterserapan tinggi di dunia kerja maupun pendidikan tinggi.

Pada pelantikan lulusan ke-58 Tahun Ajaran 2025/2026, sebanyak 216 siswa dinyatakan lulus dan seluruhnya dinyatakan kompeten setelah menyelesaikan uji kompetensi yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Berdasarkan penelusuran sekolah hingga hari pelantikan, sebanyak 68,52 persen lulusan telah memiliki kepastian melanjutkan karier maupun pendidikan. Dari jumlah tersebut, 40,74% telah bekerja di berbagai perusahaan, sementara 27,78% melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Adapun lulusan lainnya masih mengikuti proses rekrutmen yang terus dipantau pihak sekolah.

SELARAS DENGAN KEBUTUHAN INDUSTRI
Kepala SMK SMTI Padang, Sylvi, mengatakan meningkatnya jumlah pendaftar merupakan hasil dari upaya sekolah menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, sekolah menerapkan Kurikulum Dual System sesuai kebijakan Kementerian Perindustrian melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI). Kurikulum tersebut dirancang untuk membekali peserta didik tidak hanya dengan kompetensi teknis, tetapi juga karakter dan budaya kerja industri sehingga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap dinamika dunia kerja.

Selain itu, kata Sylvi, sinergi dengan dunia usaha dan dunia industri terus diperkuat melalui berbagai program pembelajaran berbasis praktik. Siswa memperoleh pengalaman industri melalui Praktik Kerja Lapangan (PKL), sertifikasi kompetensi BNSP, sertifikasi internasional Health, Safety, Environment and Quality (HSEQ) dari Vapro, serta penguatan kemampuan bahasa Inggris melalui program TOEIC.

Ia menilai kombinasi kurikulum berbasis industri, sertifikasi kompetensi, dan kemitraan dengan dunia usaha menjadi faktor yang mendorong meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMK SMTI Padang. Hal itu tercermin dari rekor jumlah pendaftar sekaligus semakin ketatnya persaingan masuk pada tahun ajaran 2026/2027.

Fenomena tersebut juga memperlihatkan bahwa kebutuhan industri terhadap tenaga kerja yang terampil dan tersertifikasi terus meningkat, sehingga pendidikan vokasi semakin menjadi pilihan bagi masyarakat untuk mempersiapkan karier di dunia kerja. (E-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |