Harga Emas Melesat, Pengamat: Ancaman Geopolitik dan Perang Dagang Jadi Pemicu

20 hours ago 1

TEMPO.CO, Jakarta - Harga emas dunia terus mengalami lonjakan signifikan pasca kebijakan tarif impor yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Rabu, 2 April 2025. Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyebut bea masuk sebesar 32 persen yang dikenakan terhadap seluruh negara, termasuk Indonesia, telah mendorong harga emas melonjak dan sempat menyentuh ke level US$ 3.180 per troy ounce pada perdagangan Rabu pagi.

"Artinya ada kemungkinan besar dalam minggu depan 3.200 akan tercapai untuk harga emas dunia," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Kamis, 3 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lonjakan harga emas ini, kata dia, tidak hanya dipicu oleh kebijakan tarif impor Trump, tetapi juga meningkatnya ketegangan geopolitik global. Ibrahim menyoroti beberapa faktor utama yang membuat harga emas semakin melambung:

-          Adanya Ancaman Konflik di Timur Tengah
Amerika Serikat mengeluarkan ultimatum kepada Iran terkait kerja sama dalam isu nuklir. Jika Iran menolak bekerja sama, Ibrahim memperkirakan serangan militer terhadap negara tersebut akan dilakukan oleh AS. Ancaman konflik ini mendorong investor mencari aset aman seperti emas.

-          Potensi Perang Baru di Eropa
Walaupun Rusia dan Ukraina telah mencapai perjanjian damai, Ibrahim mengungkapkan adanya indikasi dua negara Eropa yang bersiap mengirim persenjataan dan pasukan untuk mendukung Ukraina. Jika hal ini terjadi, perang kembali pecah di Eropa, sehingga meningkatkan permintaan terhadap emas sebagai lindung nilai.

-          Dampak Perang Dagang terhadap Rupiah
Kebijakan tarif impor AS juga berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah. Ibrahim memperkirakan dalam minggu ini rupiah akan dibuka di level Rp 16.900, dengan kemungkinan menembus Rp 17.000.

Dengan kondisi global yang semakin bergejolak, emas semakin dilihat sebagai instrumen perlindungan nilai. "Dampak dari perang dagang ini cukup luar biasa," kata Ibrahim.

Ke depan, harga emas berpotensi terus naik seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. “Jika eskalasi konflik terus berlanjut dan perang dagang semakin meluas, tidak menutup kemungkinan emas akan mencetak rekor baru di atas level 3.200 dalam waktu dekat,” ucapnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |