Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Pagi Ini, Tinggi Letusan Capai 1.000 Meter

3 hours ago 1
Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Pagi Ini, Tinggi Letusan Capai 1.000 Meter Suasana api membakar kawasan hutan di lereng Gunung Semeru, kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Lumajang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026). Balai Besar TNBTS menutup total jalur pendakian Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026 hingga batas wakt(ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/agr)

GUNUNG Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali erupsi pada Senin (14/9/2026) pagi. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali berturut-turut dengan tinggi letusan maksimal mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan tertulis dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, rangkaian erupsi ini dimulai sejak dini hari dengan intensitas yang terus meningkat. Berikut adalah rincian kronologi tiga letusan tersebut:

  • Erupsi Pertama (04.20 WIB): Tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl). Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat laut. Amplitudo maksimum tercatat 21 mm dengan durasi 128 detik.
  • Erupsi Kedua (05.53 WIB): Tinggi kolom letusan meningkat menjadi 800 meter di atas puncak (4.476 mdpl). Abu vulkanik berwarna kelabu tebal bergerak ke arah utara dan barat laut. Amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi 133 detik.
  • Erupsi Ketiga (06.28 WIB): Letusan tertinggi mencapai 1.000 meter di atas puncak (4.676 mdpl). Kolom abu kelabu tebal teramati mengarah ke timur. Amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi 140 detik.

Status Siaga dan Zona Bahaya

Saat ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih bertahan pada Level III atau Siaga. Otoritas terkait mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat guna menghindari jatuhnya korban jiwa akibat aktivitas vulkanik yang fluktuatif.

Rekomendasi Keamanan bagi Masyarakat:

  • Dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
  • Dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 km dari puncak.
  • Dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak karena risiko lontaran batu pijar.

Waspada Potensi Lahar dan Awan Panas

Sigit Rian Alfian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan banjir lahar dingin, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru.

Wilayah yang menjadi perhatian utama meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Selain itu, potensi lahar pada anak-anak sungai kecil dari Besuk Kobokan juga harus diantisipasi, mengingat curah hujan yang dapat memicu pergerakan material vulkanik dari puncak gunung.

Hingga berita ini diturunkan, petugas terus memantau perkembangan aktivitas seismik dari Pos Pengamatan Gunung Api di Gunung Sawur, Lumajang. (Ant/H-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |