ERUPSI Gunung Lewotobi Laki-laki kembali terjadi pada Rabu, 22 April 2026, pukul 13.53 WITA. Abu vulkanik yang dimuntahkan dalam letusan itu mencapai 1.200 meter di atas puncak kawah.
Salah satu petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Bramantya Aji Putra, mengatakan kepulan abu vulkanik itu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat daya dan barat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
"Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 5,9 milimeter dan durasi 227 detik," kata Bramantya dalam laporannya untuk Badan Geologi.
Sejak dini hari Gunung Lewotobi Laki-laki sudah meletus lima kali. Letusan pertama terjadi pada pukul 03.30 WITA, dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 400 meter. Vibrasi yang dihasilkan letusan beramplitudo maksimum 5,9 milimeter dengan durasi 127 detik.
Kurang dari dua jam berikutnya, gunung setinggi 1.584 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu kembali erupsi dan lontaran abu vulkanik yang dihasilkan setinggi 600 meter. Getaran yang dihasilkan erupsi itu mencapai 4,4 milimeter dengan durasi 113 detik.
Pada pukul 08.12 WITA, Gunung Lewotobi kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 300 meter dari atas puncak. "Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat," kata Bramantya.
Berselang tiga jam berikutnya, tepatnya pukul 10.41 WITA, letusan kembali terjadi dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 300 meter dari atas puncak kawah. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum letusan itu mencapai 2.9 milimeter dan durasi 104 detik.
Gunung Lewotobi Laki-laki tercatat sudah erupsi sebanyak 11 kali dalam sepekan terakhir. Sejak Januari 2026, gunung bertipe stratovolcano ini sudah meletus 41 kali dan menjadikannya sebagai gunung api paling aktif keempat di Indonesia.
Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan gunung api kembar itu kini berstatus Waspada atau Level II. Lana mengimbau masyarakat sekitar ataupun pendaki untuk tidak mendekati pusat erupsi dengan radius empat kilometer. "Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan pemda serta tidak memercayai isu-isu yang tidak jelas sumbernya," ucap Lana.
Warga juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar, terutama ketika turun hujan deras di wilayah sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Di antara beberapa daerah yang dilewati aliran sungai itu, yakni Padang Pasir, Nurabelen, Hokeng Jaya, Nawakote, Klatanlo, Dulipali, Boru, dan Nobo.

















































