Ilustrasi(Dok. Istimewa)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan aktivitas gempa bumi tektonik yang mengguncang wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (7/7/2026) malam. Hasil analisis awal menunjukkan gempa tersebut merupakan jenis gempa bumi dangkal yang bersumber dari daratan.
Berdasarkan data resmi yang dirilis BMKG, getaran terdeteksi tepat pada pukul 21.01 WIB. Gempa ini memiliki parameter sementara dengan magnitudo 2,1. Pusat gempa (episenter) terletak pada koordinat geografis 6,79 Lintang Selatan (LS) dan 106,59 Bujur Timur (BT).
Secara spesifik, titik pusat getaran berada di darat dengan jarak sekitar 27 kilometer arah barat daya Kota Bogor. BMKG mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada di kedalaman 11 kilometer di bawah permukaan tanah, yang mengukuhkan klasifikasinya sebagai gempa dangkal.
Detail Parameter Gempa Bogor:
| Waktu Kejadian | 21.01 WIB, Selasa 7 Juli 2026 |
| Magnitudo | 2,1 |
| Kedalaman | 11 Kilometer (Dangkal) |
| Lokasi Episenter | 27 km Barat Daya Kota Bogor |
| Koordinat | 6,79 LS - 106,59 BT |
Pihak BMKG memberikan catatan bahwa informasi ini disampaikan dengan mengutamakan kecepatan untuk kepentingan publik. Oleh karena itu, hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan belum stabil, sehingga berpotensi berubah seiring dengan masuknya data pelengkap dari berbagai stasiun pemantau gempa.
Hingga laporan ini disusun pada pukul 21.26 WIB, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan resmi dari BPBD setempat dan BMKG guna menghindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (Ant/I-1)

















































