Gas Hidrogen Diduga Pemicu Api Misterius di Sleman

3 hours ago 3

MISTERI kemunculan api berulang di rumah warga Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman, mulai menemukan titik terang. Tim peneliti dari Pusat Kajian Pelambatan Entropi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menduga gas hidrogen menjadi pemicu munculnya api yang beberapa kali menyala secara tiba-tiba di dalam rumah tersebut.

Ketua Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi Fakultas Teknik UGM, Prof. Alva Edy Tontowi, mengatakan dugaan tersebut diperoleh setelah serangkaian observasi dan pengukuran yang dilakukan sejak akhir Mei hingga awal Juni 2026. "Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa kemunculan api berasosiasi dengan keberadaan gas hidrogen," kata Alva, Rabu malam, 3 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Penyelidikan pertama dilakukan pada 30 Mei 2026. Saat itu tim menerima informasi dari Gegana Polda Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendeteksi keberadaan gas metana (CH4) di sejumlah titik kemunculan api. Namun, hasil pengamatan menggunakan kamera termal tidak menemukan anomali suhu yang signifikan. Suhu di area rumah dan sekitarnya tercatat hanya sekitar 29 derajat Celsius atau masih berada pada kondisi normal.

Temuan penting diperoleh saat tim yang dipimpin Prof. Agung Harijoko dari Departemen Teknik Geologi UGM melakukan pengukuran gas pada 1 Juni 2026. Pengukuran menunjukkan konsentrasi gas hidrogen cukup tinggi di sejumlah lokasi, terutama di area kamar mandi yang sebelumnya sempat menjadi titik munculnya api.

Pada saat pengukuran berlangsung, api kembali muncul di salah satu kamar rumah. Tim kemudian melakukan pengukuran langsung di sekitar titik kemunculan api dan menemukan kadar gas hidrogen yang jauh lebih tinggi dibandingkan lokasi lainnya.

Menurut Agung, alat pendeteksi menunjukkan konsentrasi gas hidrogen mencapai angka 0,40 di sekitar titik munculnya api. Temuan tersebut semakin menguatkan dugaan bahwa gas hidrogen memiliki kaitan erat dengan fenomena yang terjadi.

Untuk memastikan hasil tersebut, pengukuran ulang dilakukan pada 3 Juni 2026 oleh tim lain yang dipimpin Prof. Sarto dan Prof. Chandra Wahyu Purnomo dari Departemen Teknik Kimia UGM. Dengan menggunakan instrumen berbeda, tim kembali tidak menemukan gas mudah terbakar lain selain hidrogen.

Meski demikian, para peneliti masih berupaya memastikan sumber gas tersebut. Saat ini terdapat dua kemungkinan yang sedang ditelusuri, yakni gas yang berasal dari limbah cair dan gas yang keluar dari dalam tanah.

Tim peneliti menduga gas hidrogen kemungkinan dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik, terutama limbah pemotongan ayam. Selain itu, terdapat dugaan keterlibatan gas fosfin (PH3), yaitu gas yang dapat terbentuk dari material kaya fosfat seperti tulang dan bagian keras bulu ayam.

Gas fosfin diketahui memiliki sifat mudah terbakar pada suhu kamar dan sulit dideteksi karena akan langsung habis terbakar saat bereaksi dengan oksigen. Para peneliti menduga gas tersebut dapat menjadi pemantik yang memicu terbakarnya gas hidrogen yang muncul secara bersamaan. "Dugaan ini masih perlu dibuktikan melalui penyelidikan lebih lanjut," ujar Alva.

Untuk memastikan sumber gas, tim UGM akan melakukan penggalian dangkal di sejumlah titik di sekitar rumah guna mendeteksi kemungkinan rembesan gas dari dalam tanah. Sementara itu, sampel limbah cair yang ditemukan di lokasi masih menjalani pengujian laboratorium.

Sebagai langkah antisipasi, tim merekomendasikan agar seluruh ventilasi rumah dibuka selebar mungkin, memasang blower atau kipas angin untuk mencegah akumulasi gas, serta memindahkan barang-barang yang mudah terbakar dari dalam rumah.

Selain itu, tim juga berencana melakukan penjenuhan tanah dan lantai rumah menggunakan air kapur untuk menekan kemungkinan aktivitas bakteri yang diduga menghasilkan gas hidrogen.

Meski penyebab pasti fenomena tersebut belum sepenuhnya terungkap, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa kemunculan api misterius di rumah warga Seyegan sangat mungkin berkaitan dengan akumulasi gas hidrogen yang terbentuk dari proses alami di lingkungan sekitar rumah.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |