Gandeng BNPB, Pembekalan soal Mitigasi Bencana Terus Digencarkan di Desa Binaan

2 weeks ago 13
Gandeng BNPB, Pembekalan soal Mitigasi Bencana Terus Digencarkan di Desa Binaan Pembekalan mitigasi bencana di di UT School Surabaya, Jawa Timur.(Dok. Pribadi)

UPAYA penguatan pemahaman mitigasi bencana alam menjadi hal yang krusial untuk dimiliki, termasuk oleh masyarakat di daerah. Karena itu berbagai edukasi dan pembekalan pada warga di area rawan bencana harus terus dilakukan. 

Hal itu diungkapkan Corporate Social Responsibility Manager PT United Tractors Tbk (UT), anak usaha PT Astra International Tbk (Astra), Himawan Sutanto, sebagai hal yang mendasari dilakukannya Training of Trainers (ToT) Kampung Tangguh Bencana (Katana) oleh UT.  Program yang digelar bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu berlangsung di UT School Surabaya, Jawa Timur itu dilakukan guna memperkuat kesiapsiagaan masyarakat desa dalam menghadapi potensi bencana.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen mereka dalam mendukung kontribusi sosial Grup Astra melalui penguatan kapasitas masyarakat desa agar lebih siap, tanggap, dan mandiri menghadapi berbagai ancaman bencana. Dalam pelatihan itu, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengurangan risiko bencana, mitigasi, kesiapsiagaan, hingga respons tanggap darurat yang difasilitasi langsung oleh BNPB.

"Melalui Training of Trainers Katana, UT bersama BNPB berupaya memperkuat kapasitas kader desa agar mampu menjadi fasilitator sekaligus penggerak kesiapsiagaan di masyarakat. Kami percaya bahwa masyarakat yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam mitigasi bencana akan lebih siap menghadapi berbagai risiko, sehingga desa binaan dapat tumbuh menjadi wilayah yang lebih tangguh, mandiri, dan berdaya," ujar Himawan melalui keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Pelatihan ini diikuti kader Kampung Tangguh Bencana dari desa binaan UT yang tergabung dalam Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB). Mereka berasal dari Desa Sumbergondo, Tulungrejo, Giripurno, Mojorejo, Gumingsir, Tawangargo, Aribaya, dan Sumbermujur.

Selain kader desa, kegiatan juga melibatkan perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Lumajang, serta BPBD Provinsi Jawa Timur sebagai mitra strategis dalam memperkuat sinergi pengurangan risiko bencana.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran yang mencakup pre-test, penyampaian materi, role play, hingga simulasi yang seluruhnya dilakukan secara tatap muka. Metode tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep mitigasi bencana, tetapi juga mampu menerapkannya saat menghadapi kondisi darurat.

Melalui program ini, Himawan mengatakan, pihaknya berharap peserta dapat menjadi fasilitator di daerah masing-masing yang mampu mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kesiapsiagaan serta pengurangan risiko bencana. Kehadiran para kader tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya sadar bencana di tingkat desa sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai ancaman. (H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |