Euclid Temukan 31 Quasar Kuno, Ungkap Misteri Lubang Hitam Awal Alam Semesta

2 weeks ago 20
Euclid Temukan 31 Quasar Kuno, Ungkap Misteri Lubang Hitam Awal Alam Semesta Ilustrasi karya seniman ini menggambarkan salah satu quasar tertua yang pernah ditemukan. Sebuah studi terbaru dari teleskop ruang angkasa Euclid milik ESA telah melipatgandakan jumlah quasar yang diketahui di alam semesta purba.(ESA)

TELESKOP luar angkasa Euclid milik Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil menemukan 31 quasar yang sebelumnya belum pernah diketahui. Penemuan tersebut berasal dari masa awal alam semesta dan mencakup dua quasar tertua yang pernah teridentifikasi hingga saat ini.

Temuan yang dipublikasikan pada 6 Juli dalam jurnal Astronomy & Astrophysics itu menjadi langkah penting bagi para astronom untuk memahami bagaimana lubang hitam supermasif dapat tumbuh dengan ukuran luar biasa besar dalam waktu yang sangat singkat setelah peristiwa Big Bang.

"Ini adalah langkah besar menuju pemahaman objek-objek menakjubkan ini pada tingkat yang lebih mendasar," ujar Antonio La Marca, peneliti ESA yang tergabung dalam tim Euclid.

Quasar merupakan salah satu objek paling terang di alam semesta. Objek ini terbentuk ketika gas dan debu tertarik menuju lubang hitam supermasif di pusat galaksi. Material tersebut kemudian berputar dengan kecepatan tinggi, menghasilkan panas dan memancarkan energi dalam jumlah besar yang bahkan dapat mengalahkan cahaya seluruh galaksi tempatnya berada.

Menurut para peneliti, dua quasar tertua yang ditemukan dalam studi terbaru tersebut memiliki tingkat kecerlangan setara dengan satu triliun Matahari.

Euclid menemukan quasar-quasar tersebut saat melakukan survei terhadap wilayah alam semesta yang sangat jauh. Dari 31 temuan baru itu, sebanyak 12 quasar memiliki pergeseran merah (redshift) 7 atau lebih tinggi.

Nilai tersebut menunjukkan bahwa cahaya dari objek-objek tersebut telah melakukan perjalanan selama lebih dari 13 miliar tahun sebelum mencapai Bumi. Artinya, quasar tersebut berasal dari periode ketika alam semesta masih sangat muda, sekitar 770 juta tahun setelah Big Bang.

Dua objek dengan pergeseran merah masing-masing 7,77 dan 7,69 bahkan menjadi quasar tertua yang pernah ditemukan. Cahaya dari kedua objek tersebut berasal dari sekitar 670 juta tahun setelah Big Bang, ketika usia alam semesta baru sekitar 5 persen dari usianya saat ini.

"Kuasar-kuasar awal ini berasal dari masa awal alam semesta. Dengan menemukan dan mempelajarinya, kita dapat lebih memahami bagaimana sistem raksasa ini terbentuk dan tumbuh begitu cepat, yang menjadi salah satu misteri terbesar dalam astrofisika," kata Daming Yang, astronom dari Universitas Leiden, Belanda, sekaligus penulis utama penelitian.

Sebelumnya, menemukan quasar dari masa awal alam semesta menjadi tantangan besar bagi astronom karena jumlahnya sangat langka dan jaraknya yang ekstrem. Para ilmuwan selama ini hanya berhasil mengidentifikasi quasar paling terang, sehingga gambaran mengenai populasi quasar awal masih terbatas.

Kemampuan Euclid dalam melakukan survei wilayah langit yang luas memungkinkan teleskop tersebut mendeteksi quasar yang lebih redup dibandingkan pencarian sebelumnya. Penemuan ini diperkirakan baru sebagian kecil dari hasil yang akan diperoleh selama misi enam tahun Euclid.

Dalam misinya, Euclid akan memetakan lebih dari sepertiga wilayah langit dan membangun peta tiga dimensi alam semesta terbesar yang pernah dibuat. Para ilmuwan memperkirakan teleskop ini dapat menemukan ratusan quasar kuno lainnya, sehingga membantu mengungkap proses terbentuknya galaksi awal dan perkembangan lubang hitam supermasif.

Selain mengamati alam semesta jauh, Euclid juga melakukan pengamatan terhadap lingkungan kosmik di sekitar Bumi. Pada akhir Juni, teleskop tersebut merilis gambar yang menampilkan lebih dari 60 juta bintang individu yang terkumpul di pusat Galaksi Bima Sakti. (Live Sciences/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |