Seorang pria memegang bendera Iran yang menampilkan wajah Pemimpin Tertinggi Iran yang telah wafat dan yang baru, Ali dan Mojtaba Khamenei, di sepanjang Alun-Alun Enghelab (Revolusi) di pusat kota Teheran pada 25 Maret 2026.(AFP)
ANGGOTA Komisi I DPR RI Syamsu Rizal, mendukung rencana Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani untuk menghadiri upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Iran pada Kamis, 9 Juli 2026.
Pria yang akrab disapa Deng Ical tersebut menilai bahwa kehadiran perwakilan resmi Pemerintah Indonesia dalam momen duka tersebut merupakan langkah diplomatik yang tepat sekaligus mencerminkan penghormatan Indonesia terhadap hubungan persahabatan yang selama ini terjalin dengan Republik Islam Iran.
“Kami mendukung rencana Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR RI untuk menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran perwakilan Indonesia menunjukkan rasa hormat dan empati bangsa Indonesia atas peristiwa yang menimpa Iran serta memperkuat hubungan bilateral yang selama ini terjalin dengan baik,” ujar Deng Ical melalui keterangannya, Rabu (8/7/2026).
Menurut Deng Ical, Indonesia perlu menyampaikan rasa belasungkawa secara langsung kepada rakyat dan pemerintah Iran karena hubungan kedua negara selama ini dibangun atas dasar saling menghormati kedaulatan, kerja sama yang konstruktif, serta komitmen terhadap perdamaian dan keadilan internasional.
Ia menambahkan bahwa hubungan persahabatan kedua negara yang telah berlangsung lama ini harus terus dijaga dan diperkuat melalui diplomasi yang santun, terbuka, dan saling menghormati.
Deng Ical menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi.
“Politik luar negeri bebas aktif merupakan fondasi diplomasi Indonesia. Kita tidak boleh terseret ke dalam blok atau kepentingan negara mana pun. Indonesia harus bebas menentukan sikap dan kebijakannya berdasarkan kepentingan nasional serta nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian dunia,” ujar legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Di samping itu, Deng Ical menggarisbawahi bahwa setiap negara memiliki hak penuh untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya sesuai dengan hukum internasional yang berlaku. Oleh karena itu, masyarakat internasional perlu mengedepankan penghormatan terhadap kedaulatan negara serta memperkuat mekanisme penyelesaian sengketa secara damai.
“Kita berharap situasi di Timur Tengah dapat segera membaik. Indonesia harus terus menjadi bagian dari solusi, menjadi jembatan dialog, dan menyuarakan pentingnya perdamaian, stabilitas, serta penghormatan terhadap hukum internasional,” pungkasnya. (H-4)

















































