Disdikbud Balikpapan Siapkan Pendistribusian 150 Ribu Seragam Gratis untuk Pelajar

2 weeks ago 16
Disdikbud Balikpapan Siapkan Pendistribusian 150 Ribu Seragam Gratis untuk Pelajar Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud berikan seragam sekolah gratis pada satu peserta didik baru di tahun 2025 kemarin(Dok Diskominfo Balikpapan)

MENJELANG dimulainya tahun ajaran baru di 2026-2027, sebanyak 150 ribu stel seragam sekolah gratis untuk pelajar atau peserta didik dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP negeri di Kota Balikpapan segera didistribusikan Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). 

Hal ini diungkapkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, Kamis (8/7), pihaknya menargetkan seluruh seragam telah diterima orang tua siswa sebelum kegiatan belajar mengajar yang dimulai pada 13 Juli 2026 depan.

Diterangkannya, untuk proses distribusi dilakukan secara bertahap karena saat ini petugas tengah melakukan penyortiran dan pemisahan seragam berdasarkan jenjang pendidikan serta ukuran masing-masing siswa.

"Saat ini kami tengah memproses pemisahan dan penyortiran seragam sesuai ukuran seragam setiap  siswa, sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah. Mudah-mudahan sebelum 13 Juli 2026 seluruh seragam sudah diterima orang tua siswa, sehingga anak-anak bisa menggunakannya saat kegiatan belajar dimulai," ujarnya.

Ia mengungkapkan, program seragam gratis tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kota Balikpapan, untuk meringankan beban orang tua. Sekaligus memastikan seluruh peserta didik memiliki perlengkapan sekolah yang layak sejak hari pertama masuk sekolah.

Setiap siswa atau pelajar di sekolah negeri akan memperoleh tiga jenis seragam, yakni seragam nasional, seragam Pramuka, dan seragam batik khas Balikpapan. Dimana Pemerintah Balikpapan telah menganggarkan lebih dari Rp20 miliar untuk program seragam sekolah gratis tahun ini. 

"Seluruh siswa mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP negeri akan mendapatkan tiga jenis seragam, yaitu seragam nasional, Pramuka, dan batik khas Balikpapan. Jumlah ini meningkat sekitar 2 hingga 5 persen dari tahun sebelumnya guna mengakomodasi peningkatan daya tampung peserta didik baru seluruh jenjang," kata Irfan.

Ia menjelaskan, motif batik yang digunakan merupakan desain resmi yang telah memiliki hak paten sehingga tidak mengalami perubahan. Adapun pembeda antarjenjang pendidikan diterapkan melalui warna dasar seragam batik.

"Motif batiknya tetap sama karena sudah dipatenkan. Yang membedakan hanya warna, untuk SD menggunakan warna merah marun, sedangkan SMP menggunakan warna biru dongker," tuturnya.

Meski pemerintah menargetkan distribusi selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai, Disdikbud tetap mengantisipasi kemungkinan masih adanya proses pembagian di beberapa sekolah. 

“Kami minta peserta didik diminta mengenakan seragam lama selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) jika belum memperoleh seragam itu, yang terpenting proses belajar tidak terganggu,” pintanya.

Tetapi ia optimistis, seluruh tahapan distribusi dapat berjalan sesuai jadwal sehingga seluruh peserta didik telah memperoleh seragam baru pada awal tahun ajaran 2026/2027 kelak. 

“Kami berharap program ini tidak hanya membantu meringankan pengeluaran keluarga, tetapi juga memberikan semangat baru bagi siswa dalam memulai proses pembelajaran di sekolah,” pungkasnya.(H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |