Dermatolog Ingatkan Remaja Tak Asal Pakai Skincare, Risikonya Kulit Rusak

1 day ago 4

TEMPO.CO, Jakarta - Dermatolog mengingatkan bahaya produk perawatan kulit pada remaja dan menyalahkan media sosial sebagai pemicu anak-anak di bawah umur sibuk dengan rutinitas merawat kulit. Industri perawatan kulit memang meledak setelah produk online tren dan viral. Namun pakar mengingatkan produk tersebut bisa merusak kulit remaja.

Banyak video yang menampilkan anak di bawah umur memakai berlapis-lapis serum, gel, dan pelembap. Remaja memang tak ada salahnya merawat kulit namun banyak bahan dalam produk skincare tak baik untuk kulit mereka. Contohnya retinol sebagai bahan antipenuaan dan masalah kulit lain tapi bisa merusak kulit pemakain yang tidak tepat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sebagian orang mengklaim produk perawatan kulit tidak berbahaya tapi sebagian lagi menyatakan kulit remaja terlalu rentan untuk produk-produk perawatan orang dewasa. "Kulit remaja sensitif dan sangat reaktif karena perubahan hormonal," kata dermatolog Dr Jaskiran Azad kepada Mirror, 1 April 2025.

Ia menambahkan, "Menggunakan produk-produk keras dan tak cocok bisa menghilangkan minyak alami, menyebabkan iritasi, jerawat, dan bahkan kerusakan jangka panjang pada lapisan pelindung kulit. Terlalu banyak pengelupasan atau menggunakan zat aktif yang terlalu keras bisa memperparah jerawat dan sensitivitas daripada memperbaikinya." Ia menjelaskan perbedaan kulit pada remaja, yang memproduksi lebih banyak minyak, pergantial sel yang lebih cepat, dan lebih rentan berjerawat.

Produk yang Perlu Dihindari

Azad juga mengungkapkan kulit remaja lebih tipis, jadi perawatan yang agresif bisa memicu kemerahan, kulit kering, dan iritasi. "Memilih skincare yang tepat penting untuk menjaga keseimbangan dan mencegah masalah kulit di masa datang," katanya seraya menyarankan untuk menghindari produk perawatan kulit berikut untuk anak muda.

-Mengandung alkohol - Bisa membuat kulit kering dan iritasi, memicu produksi minyak berlebih.

-Skrub terlalu kasar - Bisa menyebabkan sobekan kecil, membuat kulit lebih rentan berjerawat dan radang.

-Asam yang kuat (AHA/BHA yang tinggi) - Pemakaian berlebihan menyebabkan iritasi, kulit mengelupas dan lebih lemah.

-Tinggi minyak (seperti minyak kelapa untuk kulit yang rentan berjerawat) - Bisa menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.

-Pewangi dan minyak esensial - Bisa menyebabkan iritasi dan reaksi alergi.

-Remaja harus fokus pada produk skincare yang lembut dan nonkomedogenik dengan hidrasi ringan dan pelindung sinar matahari untuk menjaga kulit tetap sehat dan bersih.

Azad justru lebih merekomendasikan remaja menggunakan pembersih dasar yang lembut, pelembap yang ringan, SPF 30+. "Jika mereka berjerawat, pengobatan jerawat yang ringan dengan asam salisilat dan benzoil peroksida bisa membantu. Membebani kulit muda dengan produk-produk tak semestinya hasilnya justru berbahaya, bukan bagus," jelasnya. 

Azad mengakui media sosial telah membuat skincare lebih populer sekaligus membingungkan. "Remaja diberi tahu butuh retinol dan antipenuaan saat kulit mereka masih penuh kolagen. Daripada menggunakan zat aktif, mereka harus fokus pada proteksi dan hidrasi -- kebiasaan baik yang akan menjaga kulit mereka tetap sehat selama bertahun-tahun," tegasnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |