Ilustrasi(https://indianexpress.com/)
MENTERI Pendidikan India, Dharmendra Pradhan, menyatakan komitmen pemerintah untuk menindaklanjuti gelombang protes mahasiswa terkait dugaan kebocoran ujian masuk sekolah kedokteran nasional atau National Eligibility-cum-Entrance Test (NEET). Pernyataan ini muncul di tengah tekanan politik yang mendesak Pradhan untuk segera menanggalkan jabatannya.
Aksi demonstrasi yang meluas ini dipelopori oleh Cockroach Janata Party (CJP), sebuah gerakan sosial yang vokal mengkritik kebijakan pemerintah sekaligus menjadi satir terhadap partai berkuasa, Bharatiya Janata Party (BJP). Selain menuntut transparansi dalam skandal NEET, massa juga menyuarakan keresahan atas tingginya angka pengangguran yang menghimpit generasi muda di India.
Dalam keterangan resminya, Pradhan menegaskan bahwa pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi siap membuka ruang dialog di parlemen guna merespons kekhawatiran para pelajar.
"Pemerintah kami tetap 100% berkomitmen untuk membahas NEET dan mengatasi setiap kekhawatiran yang sah dari kaum muda kami di parlemen," ujar Pradhan.Namun, Pradhan juga menuding bahwa gerakan mahasiswa tersebut telah ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu. Ia secara spesifik merujuk pada seruan Ketua Partai Kongres, Rahul Gandhi, yang mengajak mahasiswa untuk memperkuat barisan oposisi dalam mengkritik pemerintah.
"Para mahasiswa di India pantas mendapatkan perlakuan yang jauh lebih baik daripada hanya dijadikan alat dalam kampanye politik. Kita berutang kepada mereka jawaban, reformasi, dan akuntabilitas," tambahnya.
Respons Tegas Narendra Modi
Sebelumnya, Perdana Menteri Narendra Modi telah memberikan instruksi khusus untuk menangani polemik ini. Modi menjanjikan tindakan hukum yang keras bagi siapa pun yang terbukti terlibat dalam praktik kecurangan ujian nasional tersebut. Ia juga mendesak parlemen untuk segera merancang sistem penyelenggaraan ujian yang lebih aman dan terenkripsi guna mencegah kebocoran di masa depan.
Berikut adalah poin utama tuntutan dan respons pemerintah terkait krisis NEET:
| Kebocoran Ujian NEET | Penyelidikan hukum tegas dan reformasi sistem keamanan ujian di parlemen. |
| Tekanan Politik | Menolak pengunduran diri Menlu/Menteri Pendidikan; menuding adanya politisasi oleh oposisi. |
| Pengangguran Muda | Komitmen pembahasan solusi ekonomi dan lapangan kerja di tingkat legislatif. |
Krisis NEET ini menjadi salah satu ujian politik terberat bagi Modi pada awal masa jabatan ketiganya. Meningkatnya pengaruh Cockroach Janata Party (CJP) dianggap sebagai sinyal kuat atas akumulasi kekecewaan pemuda India terhadap sistem pendidikan dan terbatasnya kesempatan kerja yang adil. (Fer/I-1)

















































