Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan) dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kiri)(MI/Bayu Anggoro)
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM menginginkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi pusat pengembangan industri pertahanan dalam negeri. Menurutnya, rencana Bandara Kertajati sebagai basis industri pertahanan telah dibahas dengan pemerintah pusat, termasuk saat ia mendampingi kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Karawang.
Ia menjelaskan, berbagai industri pertahanan Tanah Air seperti PT Dirgantara Indonesia (PTDI) hingga PT Pindad dapat terkonsolidasi dan berpusat di Kertajati untuk mendukung operasional pesawat militer.
"Untuk Bandara Kertajati, kita memang sudah terus melakukan pembicaraan termasuk dengan Pak Presiden waktu di Karawang bahwa kita berharap Bandara Kertajati itu menjadi pusat industri pertahanan dalam negeri," katanya di Bandung, Rabu (22/7).
Dedi yakin Bandara Kertajati dapat digunakan pengembangan pesawat-pesawat militer.
"Jadi digunakan untuk pesawat-pesawat militer. Dan kemudian kita berharap juga seluruh industri pertahanan dalam negeri termasuk PT DI, Pindad, gitu kan,semuanya berpusat di Kertajati. Dan nanti Husein fokus menjadi bandara komersial," katanya.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mendukung rencana itu. Menurutnya, pemerintah pusat dan daerah telah melakukan pembahasan terkait sinkronisasi fungsi Bandara Kertajati dan pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara.
Ia meyakini sinergi antara pusat dan daerah ini telah dikaji secara matang agar memberikan dampak positif secara menyeluruh, baik bagi optimalisasi fungsi Kertajati maupun peningkatan konektivitas di Bandung.
"Kami akan mendukung keterkaitan dengan Bandara Kertajati. Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) juga sudah mengambil langkah-langkah berbicara dengan pemerintah pusat bagaimana menyikapi Bandara Kertajati berkaitan dengan pembukaan kembali Bandara Husein," kata dia. (H-4)

















































