Pekerjaan penggalian saluran air di Jalan Muchtar, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (21/7/2026).(ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi)
PROYEK revitalisasi saluran air yang tengah berlangsung di kawasan Jalan Muchtar, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, memicu keluhan dari para pelaku usaha setempat. Salah satu pemilik warung, Rusyanto, menyatakan terpaksa menutup tempat usahanya karena akses bagi pembeli terputus total akibat penggalian tanah.
Rusyanto mengungkapkan bahwa pengerjaan yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) tersebut membuat kendaraan tidak dapat menepi, bahkan akses pejalan kaki hanya mengandalkan selembar kayu. Kondisi ini membuatnya kehilangan pendapatan sejak warungnya ditutup pada Minggu (19/7).
"Benar-benar tutup karena kita juga tidak ada akses. Masuk saja susah, cuma dikasih kayu buat menyeberang. Otomatis buat usaha ya tidak bisa. Makanya kita minta kompensasi lah," ujar Rusyanto pada Selasa malam.
Ia berharap pemerintah memberikan perhatian khusus bagi warga terdampak, terutama para pedagang kecil. Rusyanto mengusulkan adanya bantuan minimal Rp50 ribu per hari sebagai pengganti omzet yang hilang selama masa pengerjaan di depan toko mereka.
Detail Proyek Revitalisasi Saluran Air:
| Pelaksana | Sudin SDA Jakarta Barat |
| Lokasi | Jl. Joglo Raya hingga Jl. Muchtar |
| Panjang Saluran | Sekitar 800 meter |
| Target Durasi | 4 Bulan (5 Juli - Oktober) |
| Metode | Pelebaran & pemasangan box culvert |
Meski menyadari pentingnya proyek ini untuk mengatasi banjir tahunan di perbatasan Petukangan Utara dan Joglo, Rusyanto menyayangkan minimnya sosialisasi mengenai mekanisme teknis di lapangan. Selain dampak ekonomi, ia juga menyoroti kemacetan parah yang timbul akibat penyempitan jalan di jalur padat tersebut.
Di sisi lain, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Barat, Mustajab, mengonfirmasi bahwa pengerjaan saat ini memang sudah mencapai Jalan Muchtar. Proyek ini bertujuan mengintervensi masalah banjir dengan memasang gorong-gorong kotak (box culvert) yang lebih besar. Sesuai jadwal, revitalisasi ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada Oktober mendatang.
Bagi para pedagang seperti Rusyanto, harapan utama mereka adalah keseimbangan antara kelancaran proyek infrastruktur dan keberlangsungan ekonomi warga.
"Proyek tetap lancar, yang penting usaha kita tidak terganggu. Kalau seperti ini kan kita kena dampaknya juga," pungkasnya. (Ant/Z-1)

















































