Petugas Damkar Padamkan Karhutla yang terjadi di wilayah Kabupaten Belitung Timur.(MI/Rendy Ferdiansyah)
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) terus melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, seiring memasuki musim kemarau.
Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bangka, selama periode 2 Juli hingga 21 Juli 2026, total luas lahan yang terbakar mencapai 51,5 hektar.
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Kabupaten Bangka, Essy Yanuar, menyatakan intensitas kejadian Karhutla pada bulan ini jauh lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya.
"Kondisi cuaca memasuki musim kemarau ini, intensitas Karhutla di bulan Juli ini tinggi sekali," ujar Essy di Pangkalpinang, Rabu (22/7).
Ia menjelaskan kejadian kebakaran tersebar di empat kecamatan, yaitu Sungailiat, Riau Silip, Merawang, dan Pemali. Luas kerusakan terbesar tercatat di Kecamatan Sungailiat dan Merawang, yang sebagian besar merupakan lahan kering di sekitar destinasi wisata pantai serta jalur strategis seperti Jalan Lintas Timur dan wilayah Matras.
"Dari 51,5 hektar luasan ini didominasi di Kecamatan Sungailiat dan Merawang, keduanya merupakan lahan-lahan kering di sekitar destinasi wisata pantai seperti jalan lintas timur dan Matras," ungkap dia.
Dalam penanganannya, rata-rata terjadi satu hingga dua kali kejadian kebakaran setiap harinya. Luas lahan yang hangus per kejadian berkisar antara 0,5 hingga 1,5 hektar, kecuali satu kasus di wilayah Matras, Sungailiat yang menghanguskan lahan hingga 4 hektar.
"Rata-rata sehari satu kejadian, tapi ada juga sehari itu dua kali kejadian. Rata-rata satu kejadian karhutla menghanguskan 0,5 hektar hingga 1,5 hektar. Namun ada satu kejadian yang menghanguskan lahan hingga 4 hektar di wilayah Matras, Sungailiat," terangnya.
Essy memastikan seluruh kejadian kebakaran berhasil dipadamkan tim dengan cepat sehingga api tidak meluas ke area yang lebih luas.
"Tim damkar kami gerak cepat padamkan api sehingga tidak meluas," imbuhnya.
Penyebab utama tingginya angka kebakaran dinilai akibat kondisi musim kemarau yang membuat lahan menjadi kering dan sangat mudah terbakar. Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk turut serta mencegah kebakaran.
"Kami terus menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membuka kebun dengan cara membakar lahan di tengah kondisi cuaca panas seperti saat ini. Selain itu kami juga menghimbau pengendara tidak membuang puntung rokok yang masih ada bara apinya sembarangan," pesannya. (RF)

















































