Cuaca Panas Meningkat di Tengah Kemarau, BMKG Minta Masyarakat Waspada

2 weeks ago 16
Cuaca Panas Meningkat di Tengah Kemarau, BMKG Minta Masyarakat Waspada ilustrasi(Antara)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat mewaspadai peningkatan cuaca panas di sejumlah wilayah Indonesia seiring meluasnya musim kemarau

"Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta menjaga kecukupan cairan tubuh dan menghindari paparan sinar matahari secara langsung untuk mencegah dehidrasi," ungkap BMKG dalam keterangan resmi, Kamis (9/7). 

Berdasarkan analisis BMKG, sebanyak 342 Zona Musim (ZOM) atau 48,9% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kondisi tersebut dipengaruhi masih bertahannya fenomena El Niño di Samudra Pasifik yang menyebabkan potensi curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terus menurun.

BMKG mencatat suhu udara maksimum pada periode 1-5 Juli 2026 masih mencapai lebih dari 35 derajat Celsius di sejumlah daerah, yakni Sumatra Utara, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, Banten, dan Sulawesi Tengah. Selain itu, sebanyak 329 titik pengamatan atau sekitar 7% wilayah pemantauan telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori sangat panjang, yakni berlangsung selama 31-60 hari.

Meski demikian, BMKG menegaskan musim kemarau tidak berarti hujan berhenti sepenuhnya. Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi secara lokal akibat pengaruh dinamika atmosfer, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuatorial.

Pada periode 7–13 Juli 2026, sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan didominasi curah hujan rendah. Namun, hujan kategori menengah masih berpotensi terjadi di sebagian Sumatra bagian utara dan tengah, Kalimantan utara, sebagian Maluku, serta wilayah pegunungan Papua.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini hujan lebat hingga sangat lebat di Sumatra Barat, Bengkulu, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan pada periode 7-10 Juli. Sementara itu, angin kencang berpotensi terjadi di Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat di wilayah yang telah memasuki musim kemarau untuk menggunakan pelindung atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan, memperbanyak konsumsi air guna mencegah dehidrasi dan kelelahan, serta tetap memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem karena hujan masih dapat terjadi sewaktu-waktu meski musim kemarau telah berlangsung (E-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |