Ciamis Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga September 2026

2 weeks ago 16
Ciamis Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga September 2026 BPBD Kabupaten Ciamis pasok kebutuhan air bersih bagi warga di Dusun Panamun, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari dan upaya tersebut dilakukan lantaran musim kemarau panjang menyebabkan banyak sumur menyusut.(PB Pusdalops Ciamis)

PEMERINTAH Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, resmi menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Langkah ini diambil menyusul kondisi tanpa hujan selama beberapa bulan terakhir yang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih dan sektor pertanian. Status siaga darurat ini ditetapkan berlaku hingga 30 September 2026.

Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, menjelaskan bahwa penetapan status ini didasarkan pada data dari Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Peringatan dini mengenai potensi kekeringan ekstrem menjadi landasan utama bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Upaya pencegahan dan penanggulangan dampak buruk dari bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan, BPBD bekerja sama dengan perangkat daerah terkait akan menggerakkan semua sumber daya tersedia, termasuk sumber daya manusia, sarana, prasarana dan pembiayaan sesuai regulasi," ujar Herdiat Sunarya, Rabu (8/7/2026).

Menurut Herdiat, penetapan status siaga darurat bertujuan untuk memastikan penanganan di lapangan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat. Pemerintah ingin meminimalisir dampak buruk musim kemarau yang berpotensi memicu krisis air bersih bagi warga serta menyebabkan lahan pertanian mengalami kekeringan hingga gagal panen (puso).

Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam menghadapi ancaman bencana ini. Kerja sama yang kuat dinilai menjadi kunci untuk melindungi lingkungan serta menjaga sumber daya alam yang berharga di wilayah Ciamis.

Dampak Kekeringan dan Penyaluran Air Bersih

Kondisi kekeringan saat ini dilaporkan sudah mulai berdampak pada masyarakat. Berdasarkan data di lapangan, krisis air bersih telah terjadi di Dusun Panamun, Desa Kawasen, Kecamatan Banjarsari. Sebanyak 183 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 422 jiwa di wilayah tersebut mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Sebagai langkah cepat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis telah melakukan pendistribusian bantuan air bersih. "Berkaca kejadian tahun lalu kekeringan yang terjadi di Kabupaten Ciamis tersebar di 27 Kecamatan. Pada tahun 2026 ini, BPBD Ciamis melakukan langkah awal dengan memasok 10.000 liter air bersih bagi warga yang terdampak," tambah Herdiat.

Catatan Mitigasi: Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memantau titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan seiring dengan meningkatnya suhu udara dan berkurangnya intensitas hujan di wilayah Jawa Barat.

Status siaga darurat ini tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Ciamis yang selaras dengan penetapan status serupa di tingkat Provinsi Jawa Barat untuk tahun 2026. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengalokasikan sumber daya guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama masa kemarau berlangsung. (AD/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |