CANTIKA.COM, Jakarta - Bikin proposal kegiatan dengan anggaran dan target yang rapi di atas kertas itu satu hal. Tapi saat turun ke lapangan, realitanya bisa beda jauh! Pengalaman ini dirasakan langsung oleh empat tim finalis Genera-Z Berbakti 2026.
Saat mengabdi di desa wisata binaan Bakti BCA, mereka nggak cuma membuktikan gagasan, tapi juga belajar meredam ego tim, mendengarkan warga, sampai berimprovisasi pas ketemu drama di luar rencana.
Hal itu dirasakan oleh keempat tim; Laskar Selasik (Universitas Gadjah Mada) di Desa Wisata Kreatif Terong, Kabupaten Belitung, Tim Pelita (Universitas Padjadjaran) di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Kabupaten Cianjur, Tim Amerta Pertiwi (Universitas Airlangga) di Desa Wisata Patakbanteng, Kabupaten Wonosobo, dan Tim KATALIS (Universitas Indonesia) di Desa Wisata Kakaskasen Dua, Kota Tomohon.
Keempatnya datang membawa ide dan gagasan ke desa masing-masing. Berikut cerita keseruan
masing-masing tim.
Tim Pelita UNPAD: Saat Maggot Gagal Selamat di Jalan
Lokasi: Desa Wisata Situs Gunung Padang, Cianjur
Program: Budidaya maggot untuk pengelolaan sampah organik dan pakan ternak
Membawa misi ekonomi sirkular, Tim Pelita UNPAD justru dihantam cobaan berat sejak awal. Sebagian besar dari 5 kilogram maggot yang mereka pesan malah mati dalam perjalanan menuju lokasi.
Secara teori, ini bisa dianggap kegagalan total. Tapi daripada panik, tim langsung action mencari penjual maggot lokal untuk mengganti yang mati. Drama ini jadi bukti kalau solusi di lapangan harus secepat kilat.
Tim KATALIS UI: Menjembatani Perbedaan Character dan Culture
Lokasi: Desa Wisata Kakaskasen Dua, Tomohon
Program: Pelatihan bahasa Inggris untuk anak-anak dan pemandu wisata
Tinggal bareng selama satu bulan bikin perbedaan karakter dan cara komunikasi antaranggota Tim KATALIS UI makin terasa. Namun, proses adaptasi internal ini justru jadi kunci sukses mereka saat merangkul warga.
Respon masyarakat Tomohon ternyata luar biasa antusias. Momen ini bikin tim sadar bahwa pengabdian bukan soal "mengajari", melainkan proses belajar dua arah antara mahasiswa dan warga.
Tim Amerta Pertiwi UNAIR: Ketika Budget dan Rencana Harus "Banting Setir"
Gagasan yang Tumbuh Bersama Warga – Tim Amerta Pertiwi (Universitas Airlangga) bergotong royong merekonstruksi rumah bibit di Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo, sebagai bagian dari perjalanan Genera-Z Berbakti 2026 yang membuktikan bahwa rencana terbaik pun perlu beradaptasi dengan suara masyarakat. Foto: Dok. BCA
Lokasi: Desa Wisata Patakbanteng, Wonosobo
Program: Revitalisasi rumah bibit
Rencana awal Tim Amerta Pertiwi UNAIR adalah merenovasi rumah bibit. Tapi setelah ngobrol dan berdiskusi dengan warga serta komunitas lokal, kebutuhan riil di lapangan ternyata menuntut rekonstruksi total!
Meskipun anggaran sudah dihitung super detail sejak awal, tim harus memutar otak dan bernegosiasi demi mengakomodasi kebutuhan warga. Pengalaman ini mengajarkan bahwa warga desa bukan sekadar penerima bantuan, tapi mitra utama yang punya suara.
Tim Laskar Selasik UGM: Dini Hari Berburu Udang demi Riset
Nyuluh Bersama Warga Desa Terong – Anggota Tim Laskar Selasik dari Universitas Gadjah Mada memperlihatkan hasil tangkapan udang usai mengikuti nyuluh, aktivitas mencari udang pada malam hari dengan bantuan lampu senter, bersama warga Desa Terong, Kabupaten Belitung. Pengalaman turun langsung pada dini hari ini menjadi bagian dari riset Tim Laskar Selasik untuk program Terong Xplore dalam Genera-Z Berbakti 2026. Foto: Dok. BCA
Lokasi: Desa Wisata Kreatif Terong, Belitung
Program: Pembuatan katalog budaya "Terong Xplore"
Demi memahami kearifan lokal secara mendalam, Tim Laskar Selasik UGM rela ikut warga lokal melakukan nyuluh, aktivitas berburu udang di laut menggunakan senter pada pukul 02.00 dini hari.
Pengalaman terjun langsung di tengah malam ini memberikan perspektif baru yang tak akan pernah mereka dapatkan hanya dari membaca data sekunder.
Bukan tentang kesempurnaan
Pada akhirnya, desa menjadi ruang belajar mahasiswa untuk menguji kembali gagasan mereka. EVP Corporate Communications & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pengalaman para pemenang Genera-Z Berbakti 2026 di lapangan menunjukkan semangat generasi muda menghadapi tantangan dan mencari solusi bersama masyarakat.
“Kami bangga melihat semangat dan dedikasi keempat tim finalis Genera-Z Berbakti dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Pengalaman ini menunjukkan kepedulian dan kreativitas generasi muda untuk terus mencari solusi dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Hera dalam siaran pers yang diterima Cantika, 22 Agustus 2026.
Satu bulan di desa bukan hanya menjadi bagian dari perjalanan Genera-Z Berbakti 2026. Jangka waktu tersebut juga menghadirkan pengalaman baru bagi mereka. Perjalanan keempat tim di desa binaan Bakti BCA belum selesai. Kisah mereka masih terus berjalan, bersama masyarakat yang menjadi bagian penting dari setiap prosesnya.
Pilihan Editor: BCA dan Kementerian PPPA Berkolaborasi Optimalkan Layanan Pengaduan SAPA 129
SILVY RIANA PUTRI
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.
















































