Cerita Abdul Aziz, 45 Tahun Jadi Tukang Foto Keliling di Ragunan. Kini Hanya Tersisa 6 Orang

19 hours ago 1

TEMPO.CO, Jakarta - Abdul Aziz, 66 tahun, baru saja rampung memotret satu keluarga di area jalan setapak dekat kandang merak hijau Kebun Binatang Ragunan, Jakarta Selatan, saat Tempo menghampirinya pada Rabu sore, 2 April 2025. Ia menerima uang Rp 15 ribu dari keluarga tersebut untuk jasa 2-3 kali potret dan satu lembar foto cetak. Harga yang tak seberapa, namun tak mudah mendapatkan pelanggan yang mengabadikan momen liburan dengan ponsel pintar mereka. “Dulu itu masa jaya-jayanya,” kata pria asal Kendal tersebut kepada Tempo, pada Rabu, 2 April 2025.

Keluarga kecil itu pelanggan terakhirnya hari itu. Seharian, Abdul sudah berkeliling mencari pelanggan dan mendapat 15 pembeli. Sore itu di dekat kandang satwa merak hijau, berbalut kaus merah bata berpadu rompi berkelir merah dan krem, Abdul duduk sambil menghitung lembaran uang yang ia peroleh seharian. Ia menggelar lapak kecil untuk menyimpan mesin cetak foto, beberapa peralatan dan foto hasil jepretannya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Tempo menemui Abdul saat momen hari kedua setelah Lebaran 2025. Jumlah pengunjung Kebun Binatang Ragunan saat itu membludak, lebih banyak dari hari-hari biasa. Namun orang yang memanfaatkan jasa fotonya hanya belasan saja.

Jumlah tersebut menurut Abdul tidak jauh berbeda dengan jumlah pelanggan yang ia peroleh kala liburan akhir pekan biasa. Pada tanggal merah, Abdul juga biasanya menjual 10-15 foto. Abdul rata-rata mendapat Rp 225 ribu per hari di tanggal-tanggal merah atau akhir pekan. Angka tersebut belum dikurangi modal yang dia keluarkan untuk memotret.

Menurut Abdul, menjadi fotografer jalanan membutuhkan modal cukup besar. Pada era 2000-an Abdul mulai menggunakan kamera digital agar jasanya tetap bisa mengikuti perkembangan zaman. Kamera Canon EOS 1000D keluaran 2008 jadi sumber penghasilannya sampai saat ini.

Untuk mencetak foto, dia harus membeli tinta berwarna seharga Rp 600-750 ribu. Belum lagi modal untuk membeli kertas foto. Abdul mencetak foto jepretannya menggunakan mesin cetak foto Canon Selphy yang dia modifikasi dengan aki sepeda motor agar bisa lebih tahan lama di tengah ramainya kebun binatang.

Pria yang tinggal di Kebagusan, Jakarta Selatan ini, sudah puluhan tahun menekuni jasa fotografer keliling di Taman Margasatwa Ragunan. Ia menekuni pekerjaan itu dari masa kamera analog berjaya hingga tergeser kamera digital dan ponsel pintar yang membuat profesinya hampir tumpur.

Abdul menawarkan jasa foto langsung jadi di Ragunan sejak usianya 21 tahun. Pada masa kejayaan kamera analog, dia mengatakan jumlah tukang potret yang biasa memangkal di kebun binatang yang berlokasi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan tersebut mencapai 450 orang. "Itu dulu lagi masa jaya-jayanya. Sekarang sisa enam. Tinggal enam orang," 

Selama 45 tahun menjadi fotografer keliling di Ragunan, Abdul melihat banyak teman satu profesinya perlahan meninggalkan pekerjaan mereka. Khususnya setelah kemunculan kamera telepon genggam yang membuat fotografer keliling tak lagi sepopuler dulu.

Sementara rekan-rekannya mencoba peruntungan di bidang pekerjaan lain, Abdul memilih bertahan karena tuntutan ekonomi. Saat ini, Abdul juga bekerja sebagai pekerja bangunan atau kuli. Namun, pendapatannya masih kurang untuk menghidupi diri, seorang istri dan empat orang anak. Itu mengapa, jadi tukang potret, tetap dia lakoni untuk menambah pemasukan. Meski tidak banyak.

Selama malang melintang sebagai fotografer keliling, Abdul menyaksikan banyak perubahan di Kebun Binatang Ragunan. "Saya di sini kan sekian lama, dari dulu restoran-restoran di sini semua jual minuman, bir dan anggur, itu masih bebas," ucap dia.

Menurut Abdul, para pelanggan yang memanfaatkan jasanya saat ini tidak mau membeli foto jika tidak mendapat format digitalnya. "Jadi saya minta nomor HP mereka dan saya kirim lewat WhatsApp," kata Abdul. Ia tidak mematok harga lebih untuk file foto digital yang dia kirim ke pelanggan. "Itu saya enggak kasih bayar," ucapnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |