Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (ketiga kanan)(MI/M Farhan Zhuhri)
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mencatatkan rekor baru dengan menggelar khitanan massal terbesar di Indonesia. Sebanyak 2.445 anak mengikuti program yang digagas melalui kolaborasi CSR PAM JAYA dan Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, sekaligus mengantarkan Pemprov DKI meraih penghargaan Rekor MURI.
Penghargaan tersebut diserahkan pada penutupan Khitanan Massal di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/7). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan jumlah peserta yang melampaui target awal 2.000 anak menjadi bukti tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang mudah diakses.
“Kami melihat antusiasme masyarakat sangat tinggi. Jumlah peserta mencapai 2.445 orang, melampaui target awal sebanyak 2.000 peserta. Ini menjadi evaluasi bahwa program pelayanan kesehatan seperti ini memang dibutuhkan masyarakat. Sinergi lintas sektor seperti inilah yang ingin terus kita bangun untuk menghadirkan manfaat nyata bagi warga Jakarta,” kata Pramono.
Ia menegaskan layanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkeadilan merupakan bagian penting dalam membangun masyarakat Jakarta yang sehat, produktif, dan berdaya.
5 Abad Jakarta, Pramono Minta Peserta 5000
Menjelang 500 tahun Jakarta pada 2027, Pramono meminta PAM JAYA mulai menyiapkan pelaksanaan khitanan massal dengan sasaran 5.000 peserta. “Tahun depan Jakarta menyambut usia lima abad. Saya meminta kepada PAM JAYA agar mulai mempersiapkannya dari sekarang. Kalau bisa, jumlah peserta khitanan massal mencapai 5.000 anak,” bebernya.
Sementara itu, Direktur Utama PAM JAYA, Arief Nasrudin mengatakan khitanan massal merupakan program CSR yang terus diperluas setiap tahun. Dari semula hanya melayani sekitar 150 peserta, tahun ini jumlah penerima manfaat menembus 2.445 anak.
“Khitanan massal ini benar-benar menjadi bagian dari tanggung jawab sosial PAM JAYA yang terus kami perkuat. Tahun ini, alhamdulillah jumlah peserta telah melampaui 2.000 anak. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi bersama TP PKK Provinsi DKI Jakarta dan berbagai pemangku kepentingan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Arief. (Far/P-3)

















































