Gedung Radar Cuaca S-Band Cilacap di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, yang diresmikan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada Rabu (8/7/2026) merupakan yang pertama di Indonesia.(Antara)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan fasilitas Radar Cuaca S-Band dengan teknologi mutakhir di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat sistem deteksi dini terhadap potensi bibit siklon tropis yang kerap mengancam wilayah pesisir selatan Jawa.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa keberadaan radar ini merupakan benteng pertahanan penting bagi Indonesia. Hal ini didasari oleh catatan historis dampak merusak dari siklon tropis di wilayah selatan, seperti Siklon Cempaka dan Siklon Dahlia di selatan Yogyakarta pada 2017, serta Siklon Seroja di Nusa Tenggara Timur pada 2021.
"Pesisir selatan memiliki peran strategis bagi aktivitas kelautan, perikanan, transportasi, industri, hingga kesiapsiagaan bencana. Maka, semuanya membutuhkan dukungan data cuaca yang cepat dan andal," ujar Faisal dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (8/7).
Pemilihan Cilacap sebagai lokasi penempatan didasari oleh posisi geografisnya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia serta tingginya kepadatan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut. Radar S-Band ini memiliki kemampuan untuk memantau berbagai parameter cuaca secara real-time, antara lain:
- Deteksi dini bibit siklon tropis.
- Pemantauan kondisi dan pergerakan awan hujan.
- Analisis intensitas curah hujan.
- Deteksi pertumbuhan awan konvektif pemicu cuaca ekstrem.
Selain itu, data presisi dari radar ini akan digunakan untuk memandu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti tanah longsor yang sempat melanda kawasan tersebut tahun lalu. Bagi sektor ekonomi, fasilitas ini menjamin keselamatan operasional nelayan dan menjaga stabilitas produksi industri perikanan Cilacap sebagai penyuplai protein utama di Jawa Tengah.
Proyek Strategis MMS-2
Pengadaan radar di Cilacap merupakan bagian dari proyek strategis Marine Meteorological System Phase II (MMS-2). Dalam proyek ini, BMKG membangun dan meremajakan sejumlah infrastruktur radar di titik-titik prioritas nasional.
| Radar Cuaca S-Band | Cilacap, Natuna, Tanjung Pinang, Saumlaki | Baru |
| Radar Cuaca C-Band | Tangerang (Cakupan Jabodetabek) | Peremajaan |
Secara nasional, BMKG menargetkan pemenuhan 75 unit radar cuaca untuk mencakup seluruh ruang udara Nusantara. Hingga saat ini, telah beroperasi sebanyak 45 unit radar, dan pemerintah berkomitmen untuk menambah jumlah tersebut secara bertahap guna memperkuat jaringan observasi atmosfer di seluruh wilayah Indonesia. (Ant/I-1)

















































