Ilustrasi(Dok Magnific)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik dangkal berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, beserta wilayah di sekitarnya pada Rabu (22/7) siang. Gempa yang berpusat di daratan tersebut memicu guncangan cukup kuat di sejumlah daerah.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa terjadi pada pukul 11.18 WIB dengan kedalaman 9 kilometer. Titik pusat gempa berada sekitar 36 kilometer di timur laut Gayo Lues.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal diduga akibat aktivitas Sesar Oreng," kata dia.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan sesar geser (strike-slip). Gempa tersebut juga dipastikan tidak memiliki potensi menimbulkan tsunami.
Guncangan paling kuat tercatat di wilayah Gayo Lues dengan intensitas V MMI. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh hampir seluruh masyarakat, menyebabkan gerabah pecah, serta membuat sejumlah benda berukuran besar bergoyang.
Sementara itu, wilayah Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah merasakan guncangan dengan intensitas IV MMI. Getaran juga terdeteksi hingga Medan, Sibolga, dan Pidie dengan intensitas III hingga II MMI.
Hingga pukul 11.30 WIB, BMKG mencatat adanya satu gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan magnitudo 3,8. Selain itu, telah terjadi dua gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai 4,3.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa, serta tidak mudah mempercayai informasi atau isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya. (Ant/E-4)

















































