BI dan TNI AL Bawa Kapal Perang Edarkan Rp12,24 Miliar ke Wilayah 3T Sulawesi Tengah

2 weeks ago 18
BI dan TNI AL Bawa Kapal Perang Edarkan Rp12,24 Miliar ke Wilayah 3T Sulawesi Tengah Ilustrasi(MI/M Taufan SP Bustan)

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah menegaskan kembali komitmen nyatanya dalam mengawal kedaulatan ekonomi nasional lewat peluncuran program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026.

Bersinergi dengan TNI Angkatan Laut, pelepasan tim ekspedisi ini diresmikan melalui sebuah upacara khidmat di Pelabuhan Kelas III Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, pada Selasa (7/7).

Agenda strategis ini dirancang demi memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang memadai, dengan kondisi fisik yang prima serta layak edar hingga ke kawasan Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di penjuru tanah air.

Seremoni pelepasan tersebut turut disaksikan oleh deretan pejabat penting daerah, termasuk Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah, Rudi Dewanto (yang hadir mewakili Gubernur Sulawesi Tengah), Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, serta Komandan Korem 132/Tadulako, Brigjen TNI Suntara Wisnu Budi Hidayanta.

Hadir pula memberikan dukungan langsung, Komandan KRI Lumba-Lumba 881, Letkol Laut (P) Salustian, Kapolres Parigi, AKBP Hendrawan, bersama perwakilan Forkopimda serta pejabat instansi terkait lainnya.

Kepala KPwBI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, menggarisbawahi bahwa ERB 2026 merupakan langkah konkret dalam menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang telah diperbarui lewat UU Nomor 4 Tahun 2026.

"Selaku bank sentral, otoritas dan tanggung jawab penuh dalam tata kelola uang Rupiah berada di tangan kami, demi menjamin setiap pelosok negeri mendapatkan pasokan uang yang layak edar," tutur Irfan.

Dalam pelayaran yang dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari (7–13 Juli 2026) ini, Satgas Ekspedisi menumpangi KRI Lumba-Lumba 881 untuk menjangkau lima kawasan kepulauan di Sulawesi Tengah.

Destinasi tersebut meliputi wilayah Wakai, Walea Kepulauan, Salakan, Banggai, hingga Bokan Kepulauan.

Demi menyokong aktivitas ekonomi masyarakat di daerah yang minim akses layanan perbankan tersebut, KPwBI menggelontorkan modal kerja senilai Rp12,24 miliar.

"Jumlah modal yang disiapkan kali ini mengalami lonjakan sekitar 16 persen jika disandingkan dengan total anggaran pada tahun lalu," tambah Irfan.

Irfan pun melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas kemitraan strategis antara BI dan TNI AL yang telah mengakar kuat sejak tahun 2012.

Sebagai gambaran, pada tahun 2025 saja, kolaborasi ini sukses menyambangi 766 pulau terpencil lewat 150 kali pengoperasian kas keliling.

"Khusus pada pelaksanaan ERB 2025, BI berhasil membukukan total transaksi penukaran uang hingga Rp154,5 miliar, yang tersebar di 18 provinsi dan 91 pulau dalam kategori 3T," bicaranya optimis.

Lebih dari sekadar memfasilitasi penukaran uang baku, ERB 2026 turut membawa misi kemanusiaan yang berorientasi sosial, seperti edukasi program Sosialisasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.

Di samping itu, ada pula penyediaan pos pelayanan kesehatan gratis, pendistribusian bantuan sosial, hingga penanaman paham bela negara bagi penduduk di kawasan kepulauan.

Lewat pelayaran ini, BI berharap dapat memangkas hambatan geografis bagi masyarakat dalam memperoleh uang Rupiah berkualitas, sekaligus mengukuhkan posisi Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara di garda terdepan Indonesia.

BI meyakini seluruh rangkaian agenda ini akan terlaksana dengan aman, tertib, serta mampu memberikan stimulan positif yang nyata bagi masyarakat di daerah tujuan. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |