Berapa Emisi Karbon yang Dihasilkan AI? Ini Alat Ukur Baru dari Para Peneliti

5 hours ago 2
Berapa Emisi Karbon yang Dihasilkan AI? Ini Alat Ukur Baru dari Para Peneliti Peneliti kembangkan Machine Learning Emissions Calculator untuk hitung jejak karbon AI.(Dok. Magnific)

Kemajuan pesat kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor membawa konsekuensi lingkungan yang signifikan akibat tingginya konsumsi energi selama proses pelatihan model. Menanggapi hal ini, tim peneliti yang terdiri dari Alexandre Lacoste, Alexandra Luccioni, Victor Schmidt, dan Thomas Dandres memperkenalkan metode baru untuk menghitung emisi gas rumah kaca melalui Machine Learning Emissions Calculator.

Penelitian berjudul Quantifying the Carbon Emissions of Machine Learning ini bertujuan memberikan transparansi terhadap dampak ekologis dari pengembangan teknologi. Selama ini, industri cenderung fokus pada akurasi model, sementara penggunaan energi dari Graphics Processing Unit (GPU) atau Tensor Processing Unit (TPU) yang bekerja tanpa henti sering kali terabaikan.

Empat Faktor Penentu Emisi Karbon AI

Berdasarkan data penelitian, besarnya jejak karbon AI tidak hanya bergantung pada ukuran model, tetapi dipengaruhi oleh empat faktor utama:

  • Lokasi Pusat Data: Wilayah dengan sumber energi terbarukan menghasilkan emisi lebih rendah dibandingkan daerah yang masih bergantung pada batu bara.
  • Jenis Perangkat Keras: Penggunaan GPU atau TPU generasi terbaru lebih efisien dalam mengonsumsi listrik.
  • Lama Waktu Pelatihan: Semakin lama proses komputasi berlangsung, semakin besar energi yang terserap.
  • Sumber Energi Listrik: Intensitas karbon pada jaringan listrik lokal menentukan total emisi yang dihasilkan.

Mendorong Ekosistem AI yang Berkelanjutan

Hadirnya Machine Learning Emissions Calculator memungkinkan pengembang memperkirakan emisi berdasarkan lokasi, jenis prosesor, dan durasi pelatihan bahkan sebelum proyek dimulai. Alat ini dirancang bukan untuk menghambat inovasi, melainkan mendorong komunitas teknologi mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab.

Langkah-langkah seperti menjadwalkan pelatihan di pusat data rendah karbon atau menyederhanakan eksperimen dapat menurunkan jejak karbon tanpa mengurangi kualitas model AI. Transparansi emisi diprediksi akan menjadi standar baru dalam industri teknologi masa depan, memastikan kecerdasan buatan berkembang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan. (arXiv/Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |