Trump Ancam Ambil dan Hancurkan Seluruh Cadangan Uranium Iran

20 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran dengan menyatakan bahwa Washington akan memastikan kehancuran seluruh cadangan uranium milik Teheran, baik itu melalui kesepakatan diplomatik maupun lewat jalur intervensi militer secara sepihak.

"Kami akan mengambil dan menghancurkannya, apakah itu dilakukan langsung di lokasi atau kami bawa keluar dari sana," tegas Trump dalam wawancara eksklusif bersama NBC News yang disiarkan pada Minggu (7/6), seperti dilansir Anadolu.

Trump menambahkan bahwa Amerika Serikat siap mengambil tindakan tegas tersebut, "baik bersama mereka (pemerintah Iran), atau tanpa mereka."

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump secara terbuka memperingatkan bahwa AS tidak akan segan menggunakan kekuatan militer dalam skala besar jika proses negosiasi yang tengah berjalan saat ini gagal mengamankan persenjataan nuklir Iran.

Presiden AS dari Partai Republik ini menegaskan tak segan bakal melenyapkan uranium Iran secara "militer, dengan sangat keras".

Namun, ia juga menyisakan ruang diplomasi dengan menyebut bahwa "kita tidak akan mendapati orang-orang saling menembak" jika kedua belah pihak sepakat untuk "jalan bersama" dalam sebuah perjanjian resmi.

Terkait keberadaan militer AS di Timur Tengah, Trump menilai akan menjadi keputusan yang "konyol dan gegabah" jika menarik mundur pasukan Amerika sebelum proses negosiasi bilateral mencapai resolusi penuh.

Selain membahas isu uranium dan nuklir, Trump juga melontarkan klaim mengejutkan terkait dinamika internal pemerintahan Iran.

Ia menyatakan bahwa intelijen AS memiliki "probabilitas yang sangat tinggi" mengenai posisi atau lokasi keberadaan Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei.

Trump menyebut bahwa putra dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei tersebut saat ini berada dalam kondisi "terluka yang sangat serius", tanpa merinci lebih lanjut penyebab maupun detail luka yang dialami oleh pemimpin Iran tersebut.

Pernyataan ofensif dari orang nomor satu di Gedung Putih ini diprediksi akan semakin meningkatkan tensi geopolitik di Selat Hormuz, yang dalam beberapa hari terakhir sudah memanas akibat aksi saling serang menggunakan drone dan rudal antara pasukan AS dan militer Iran.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |