Bandung Berbenah, Percepatan Penerangan Jadi Bagian dari Penguatan Keamanan

2 days ago 2
Bandung Berbenah, Percepatan Penerangan Jadi Bagian dari Penguatan Keamanan Ilustrasi(Dok Magnific)

WALI Kota Bandung Muhammad Farhan tengah mengupayakan pengolahan anggaran untuk mempercepat perbaikan dan penyediaan penerangan jalan umum (PJU) di sejumlah wilayah Kota Bandung yang masih minim pencahayaan.

Langkah tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung seiring dengan kebutuhan untuk meningkatkan rasa aman masyarakat, terutama di kawasan yang memiliki pencahayaan kurang memadai dan dinilai rawan tindak kriminal.

‎”Kalau soal jalan yang gelap, saya akui kita memang sedang mengolah anggaran sedemikian rupa agar bisa segera terang benderang kembali,” kata Farhan.

Farhan menargetkan seluruh lampu penerangan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta sudah berfungsi pada triwulan IV 2026. Ruas jalan tersebut menjadi salah satu prioritas karena kerap dikeluhkan masyarakat dan memiliki sejumlah titik yang perlu mendapat perhatian dari sisi keamanan.

‎”Saya juga setiap malam sangat khawatir terutama di Jalan Soekarno-Hatta, termasuk kawasan flyover dan sekitarnya. Itu salah satu titik yang rawan, demikian juga kawasan Kiaracondong. Bahkan saya sendiri pernah ikut mengamankan kelompok pelaku begal di wilayah tersebut,” ujar Farhan.

Upaya memperkuat penerangan jalan ini dilakukan di tengah tingginya perhatian terhadap keamanan ruang publik di Bandung. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025 mencatat Kota Bandung sebagai wilayah dengan tingkat risiko kejahatan tertinggi di Jawa Barat, dengan 192 risiko tindak pidana per 100.000 penduduk.

Pada periode tersebut, kepolisian menerima 2.675 laporan kejahatan. Jika dirata-ratakan, tindak pidana di Kota Bandung terjadi setiap sekitar 2,2 jam.

Penerangan Jalan Jadi Salah Satu Upaya Pencegahan Kejahatan

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Kristian Widya Wicaksono, mengatakan aksi begal dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, lemahnya pengawasan, hingga keberadaan kelompok pelaku yang terorganisasi.

Ia menilai penerangan jalan dapat menjadi salah satu bagian dari strategi pencegahan kejahatan. Melalui pendekatan Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED), pencahayaan yang baik dinilai dapat meningkatkan visibilitas, pengawasan alami, serta rasa aman masyarakat.

"Karena itu, pemasangan PJU seharusnya menjadi bagian dari strategi yang sudah direncanakan sebelumnya, bukan semata respons terhadap meningkatnya perhatian publik,” ujarnya.

Meski demikian, Kristian menegaskan bahwa peningkatan penerangan jalan bukan satu-satunya solusi untuk menangani kasus begal. Menurutnya, kebijakan keamanan perlu didukung oleh berbagai strategi lain.

‎”Jika pelaksanaan baru dipercepat setelah kasus begal mencuat, maka hal tersebut perlu dievaluasi sebagai bagian dari proses pengambilan kebijakan. Pemerintah idealnya menggunakan data kriminalitas, pemetaan wilayah rawan (crime mapping), serta analisis risiko sebagai dasar penentuan prioritas pembangunan, sehingga kebijakan bersifat preventif, bukan reaktif,” tegasnya.

Dengan demikian, rencana Pemkot Bandung untuk mengolah anggaran demi memperkuat penerangan jalan di sejumlah titik diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga, khususnya di kawasan yang masih minim pencahayaan. 

Kondisi ini turut memengaruhi rasa aman masyarakat dalam menjalankan aktivitas, khususnya pada malam hari. Penyanyi sekaligus disk jockey (DJ), Hana Claudia, mengaku lebih waspada ketika harus bepergian pada malam hari karena adanya kekhawatiran terhadap kejahatan jalanan.

"Itu karena kebetulan lagi nobar juga, karena memang udah banyak begal juga kan di Bandung. Terus karena malam itu lagi nobar yang di mana-mana pada lagi fokus nobar sampai jam 4 kan, sedangkan saya ada kerjaan juga gitu besoknya," ujar Claudia, Selasa (21/7).

"Jadi saya nggak bisa stay sampai jam 4. Tadinya pengen bareng sama teman-teman. Jadi ya mau nggak mau gitu ya pesan ojek gitu buat ngawalnya," lanjutnya.

Claudia bahkan memesan tiga pengemudi ojek online agar perjalanan pulang dapat dilakukan secara beriringan.

"Iya soalnya kalau misalkan pesan satu kan saya nggak mau numbalin ojolnya juga kan. Makanya pesan tiga gitu supaya saling amanlah gitu," katanya.

Ia juga mengaku pernah merasa diikuti ketika berada di kawasan Cikutra dan kemudian memilih menuju kompleks perumahan yang memiliki kamera pengawas.

"Diikutin begal juga pernah, waktu itu saya sampai ke daerah Cikutra, saya sempat diikutin di situ. Akhirnya langsung ke daerah komplek rumah. Kebetulan kan di situ banyak CCTV. Tapi kayaknya mah itu bukan begal, lebih ke orang jahil, cowok-cowok jahil gitu kayaknya mah," tuturnya. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |