Petani mengairi lahan pertanian jagung menggunakan pompa air di Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (4/5/2025)(ANTARA/Irfan Sumanjaya)
MENGHADAPI potensi kekurangan air pada saat musim kemarau, petani di wilayah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah diminta memaksimalkan fungsi embung dan sistem pompanisasi. Hal itu agar hasil tanaman panggan dan holtikultura tetap bagus dan terhindar dari resiko gagal panen.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Holtikultura dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Temanggung, Sumarno, kepada wartawan, Rabu (8/7).
"Menghadapi kemarau, para petani kami minta memanfaatkan seluruh sumber air yang tersedia,"katanya.
Dijelaskan, untuk wilayah dataran tinggi, petani dapat mengandalkan pasokan air dari embung guna memenuhi kebutuhan irigasi lahan pertanian selama musim kemarau. Kabupaten Temanggung sudah memiliki 21 embung di kawasan rawan kekeringan. Tiap embung mampu menyuplai kebutuhan air irigasi untuk lahan pertanian hingga sekitar 30 hektare.
"Petani juga sebaiknya mengoptimalkan sistem pompanisasi untuk mengalirkan air ke lahan pertanian. Irigasi perpompaan bisa jadi solusi menjaga kecukupan air,"katanya.
Ditambahkan, program irigasi perpompaan memang ditujukan untuk mendukung kegiatan di tanaman pangan, hortikultura, di antaranya juga cabai. Pada tanaman pangan padi, irigasi perpompaan sudah dilakukan untuk menjaga kecukupan air di petani. Pengelolaan sumber air yang optimal membuat hasil panen komoditas pangan, hortikultura, dan perkebunan lebih maksimal saat kemarau. (H-2)

















































