Alasan Iran Batalkan Rencana Serangan Rudal Balasan ke Ukraina

6 hours ago 1
Alasan Iran Batalkan Rencana Serangan Rudal Balasan ke Ukraina Ilustrasi.(Magnific)

KETEGANGAN antara Teheran dan Kyiv sempat mencapai titik kritis setelah Iran dilaporkan berencana meluncurkan serangan balasan ke wilayah Ukraina. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan menyusul klaim ada permintaan maaf dari pihak Ukraina terkait insiden di Laut Kaspia.

Pejabat senior Iran, Mohsen Rezaei, mengungkapkan bahwa Teheran sebelumnya mempertimbangkan untuk menyerang tiga target strategis di dalam wilayah Ukraina. Langkah ini diambil sebagai respons atas serangan terhadap kapal Iran di Laut Kaspia pada akhir Juli lalu.

"Kami bersiap untuk menyerang tiga target di Ukraina, tetapi setelah negara tersebut meminta maaf, kami membatalkan serangan itu," ujar Rezaei sebagaimana dikutip dari laporan Ynet.

Pemicu Ketegangan di Laut Kaspia

Eskalasi itu bermula pada 26 Juli, ketika Iran menuduh Ukraina menyerang satu kapal sipil miliknya di Laut Kaspia. Insiden tersebut dilaporkan menewaskan satu pelaut dan melukai satu orang lain. Teheran memandang tindakan tersebut sebagai provokasi langsung yang memerlukan balasan militer.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pada waktu yang hampir bersamaan melaporkan keberhasilan serangan jarak jauh terhadap suatu kapal. Menurut Zelensky, kapal yang menjadi target tersebut digunakan untuk mengangkut kargo militer guna mendukung invasi Rusia di Ukraina.

Upaya Diplomasi dan Bantahan

Laporan media menyebutkan bahwa Iran sempat mempertimbangkan serangan rudal ke salah satu pelabuhan laut Ukraina sebagai bentuk retribusi. Namun, situasi mendingin setelah ada komunikasi diplomatik tingkat tinggi.

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, dilaporkan melakukan pembicaraan telepon dengan mitranya dari Iran pascainsiden tersebut. Dalam percakapan itu, Sybiha menegaskan bahwa tindakan militer Ukraina semata-mata bertujuan mempertahankan diri dari agresi Rusia. Ia juga mendesak Teheran untuk menghentikan dukungan militernya terhadap Moskow dalam perang yang sedang berlangsung.

Catatan Redaksi: Hingga saat ini, klaim mengenai permintaan maaf resmi dari Ukraina belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak Kyiv, mengingat posisi Ukraina yang tetap konsisten pada hak membela diri atas aset yang membantu logistik perang Rusia. (RBC Ukraine/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |