Aktivitas Vulkanik Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Frekuensi Erupsi dan Dentuman Bertambah

2 weeks ago 14
Aktivitas Vulkanik Gunung Ile Lewotolok Meningkat, Frekuensi Erupsi dan Dentuman Bertambah Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di NTT.(Dok. Antara)

POS Pengamatan Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok melaporkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik pada gunung api yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Peningkatan ini ditandai dengan melonjaknya frekuensi erupsi serta suara dentuman yang cukup kuat dalam beberapa pekan terakhir.

Petugas PGA Ile Lewotolok, Stanislaus Arakian, mengungkapkan bahwa tren peningkatan aktivitas ini mulai teramati sejak pertengahan Juni 2026 dan terus berlanjut hingga awal Juli. Berdasarkan data pemantauan visual maupun instrumental, terjadi kenaikan jumlah kejadian erupsi yang signifikan.

"Meskipun menunjukkan peningkatan aktivitas, tingkat aktivitas Gunung Ile Lewotolok saat ini masih berada pada Level II atau Waspada," ujar Stanislaus dalam laporan resminya yang diterima di Kupang, Rabu (8/7/2026).

Data Kegempaan dan Visual

Sejak statusnya diturunkan ke Level II pada 24 Februari 2026, aktivitas gunung ini memang fluktuatif. Namun, memasuki periode Juni hingga Juli, intensitas gempa erupsi dan hembusan meningkat tajam. Bahkan, suara dentuman dari kawah dilaporkan cukup kuat hingga mampu menggetarkan dinding rumah dan kaca jendela warga di sekitar lereng gunung.

Berdasarkan catatan statistik Pos PGA:

  • Periode 1-30 Juni 2026: Tercatat 1.746 gempa erupsi dan 2.198 gempa hembusan.
  • Periode 1-7 Juli 2026: Tercatat 908 gempa erupsi dan 583 gempa hembusan hanya dalam waktu satu minggu.

Secara visual, asap kawah teramati berwarna putih dengan ketinggian berkisar 20 hingga 400 meter. Kolom erupsi sendiri terpantau mencapai 100 hingga 600 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu. Petugas juga mencatat adanya lontaran material pijar sejauh 200 hingga 500 meter ke arah tenggara dan 100 meter ke arah selatan.

Pengukuran Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) menunjukkan kenaikan energi, namun nilainya secara keseluruhan masih berada di bawah tingkat energi seismik yang tercatat pada Juni 2026.

Rekomendasi dan Imbauan Keamanan

Menyikapi kondisi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat setempat maupun wisatawan:

  1. Radius Aman: Dilarang melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.
  2. Zona Bahaya: Mewaspadai potensi guguran lava dan awan panas, khususnya di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.
  3. Kesehatan: Warga diimbau menggunakan masker dan pelindung mata untuk menghindari paparan abu vulkanik, serta menutup penampungan air bersih.

Stanislaus juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik saat mendengar suara gemuruh atau dentuman. "Suara tersebut merupakan ciri khas aktivitas gunung api yang sedang berada dalam fase erupsi," pungkasnya. (Ant/H-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |