4 Alasan Nico Robin Jadi Orang Paling Diburu di One Piece

12 hours ago 4
4 Alasan Nico Robin Jadi Orang Paling Diburu di One Piece Nico Robin(Doc IMDB)

DALAM semesta One Piece karya Eiichiro Oda, nilai buronan (bounty) sering kali menjadi indikator kekuatan fisik seorang bajak laut. Namun, bagi Nico Robin, angka di poster buronannya bukan sekadar representasi kekuatan otot, melainkan ancaman eksistensial bagi tatanan dunia. Sejak usia delapan tahun, arkeolog kru Topi Jerami ini telah menyandang gelar "Anak Iblis" dengan nilai buronan fantastis sebesar 79 juta Berry.

Hingga alur cerita terbaru, posisi Nico Robin sebagai orang yang paling diburu oleh Pemerintah Dunia semakin krusial. Bukan karena ia memiliki kekuatan buah iblis Hana Hana no Mi yang mematikan, melainkan karena isi kepalanya. Berikut adalah alasan mendalam mengapa Nico Robin menjadi sosok paling berbahaya di mata Pemerintah Dunia.

1. Satu-satunya Penyintas Tragedi Ohara

Nico Robin berasal dari Ohara, sebuah pulau di West Blue yang dikenal sebagai pusat pengetahuan dunia. Para arkeolog di Ohara, termasuk ibu Robin, Nico Olvia, melakukan penelitian terlarang mengenai Abad Kekosongan (Void Century). Pemerintah Dunia yang merasa terancam kemudian meluncurkan Buster Call untuk memusnahkan seluruh pulau beserta penduduknya.

Robin adalah satu-satunya orang yang berhasil selamat dari genosida tersebut berkat bantuan raksasa Jaguar D. Saul dan mantan Laksamana Aokiji (Kuzan). Sebagai penyintas tunggal, Robin membawa seluruh warisan pengetahuan Ohara yang ingin dikubur dalam-dalam oleh Pemerintah Dunia.

2. Kemampuan Membaca Poneglyph

Alasan paling utama mengapa Robin diburu adalah kemampuannya membaca Poneglyph—batu prasasti kuno yang tidak bisa dihancurkan. Di seluruh dunia One Piece, kemampuan ini dianggap punah setelah kehancuran Ohara. Poneglyph berisi catatan sejarah asli dunia, termasuk lokasi Senjata Kuno dan petunjuk menuju Laugh Tale.

Tanpa kemampuan Robin, seorang bajak laut sehebat apa pun tidak akan bisa menemukan One Piece atau memahami sejarah yang hilang. Hal ini menjadikan Robin sebagai "kunci" utama bagi siapa pun yang ingin menjadi Raja Bajak Laut, sekaligus target utama Pemerintah Dunia yang ingin mencegah rahasia masa lalu terungkap.

3. Pengetahuan Tentang Senjata Kuno

Pemerintah Dunia sangat takut akan kebangkitan Senjata Kuno: Pluton, Poseidon, dan Uranus. Melalui Poneglyph yang pernah ia baca di Alabasta dan Skypiea, Robin mengetahui lokasi atau identitas dari senjata-senjata pemusnah massal tersebut.

Jika informasi ini jatuh ke tangan yang salah atau jika Robin memutuskan untuk menggunakannya keseimbangan kekuatan dunia yang dijaga oleh Pemerintah Dunia akan runtuh seketika. Inilah mengapa organisasi intelijen seperti CP9 hingga CP0 terus mengejar Robin di mana pun ia berada.

4. Ancaman Terhadap Otoritas Pemerintah Dunia

Pemerintah Dunia membangun kekuasaannya di atas narasi sejarah yang mereka buat sendiri. Abad Kekosongan adalah periode 100 tahun yang dihapus dari catatan sejarah karena berisi bukti kejahatan atau asal-usul pembentukan Pemerintah Dunia oleh 20 kerajaan awal. Robin, dengan kemampuannya mengungkap kebenaran tersebut, adalah ancaman ideologis yang dapat memicu revolusi global.

Status Nico Robin saat ini telah meningkat setelah peristiwa di Negeri Wano. Dengan kekalahan dua Yonko, Pemerintah Dunia memberikan perintah khusus kepada CP0 untuk menangkap Robin hidup-hidup, menunjukkan betapa mendesaknya keberadaan Robin bagi stabilitas politik mereka.

Nico Robin bukan sekadar anggota kru Topi Jerami; ia adalah jantung dari narasi besar One Piece. Selama ia masih bernapas dan mampu membaca bahasa kuno, posisi Pemerintah Dunia tidak akan pernah aman. Inilah alasan mengapa, meskipun ada banyak bajak laut dengan kekuatan fisik yang lebih besar, Nico Robin tetap menjadi orang yang paling diburu dan paling ditakuti oleh para penguasa dunia. (Z-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |