Konsumsi milk tea berlebihan dapat memicu kenaikan berat badan.(Dok. Magnific)
TREN minuman kekinian seperti milk tea atau bubble tea kini menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Namun, di balik rasanya yang manis dan tekstur boba yang kenyal, para ahli kesehatan memperingatkan adanya risiko kenaikan berat badan yang signifikan akibat kandungan kalori dan gula yang tinggi dalam setiap gelasnya.
Kandungan Kalori yang Tersembunyi
Milk tea bukan sekadar minuman pelepas dahaga biasa. Kombinasi gula, susu, krimer, sirup, hingga topping tambahan membuat jumlah kalorinya melonjak drastis.
Berdasarkan informasi kesehatan dari Alodokter, satu gelas bubble tea dapat mengandung ratusan kalori, tergantung pada ukuran gelas dan jenis bahan yang digunakan.
Bahkan, pada varian tertentu dengan tambahan boba yang melimpah, kandungan kalorinya disebut-sebut dapat mendekati jumlah kalori dari dua piring nasi putih.
Hal ini menjadikan milk tea sebagai sumber energi tambahan yang sering kali tidak disadari oleh konsumennya.
Mengapa Berat Badan Cepat Naik?
Berbeda dengan nasi yang dikonsumsi sebagai makanan utama, milk tea sering dianggap sebagai camilan atau minuman pendamping di luar waktu makan. Akibatnya, seseorang tetap mengonsumsi kalori harian secara normal, namun mendapatkan asupan energi ekstra dari minuman tersebut.
Kelebihan kalori yang tidak dibakar melalui aktivitas fisik akan disimpan oleh tubuh dalam bentuk lemak. Jika kebiasaan ini dilakukan dalam jangka panjang, risiko obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan metabolisme akan meningkat secara signifikan.
Tips Menikmati Milk Tea dengan Bijak
Menjaga kesehatan bukan berarti harus berhenti total mengonsumsi minuman favorit. Anda tetap bisa menikmati milk tea dengan cara yang lebih sehat, antara lain:
- Meminta kadar gula yang lebih rendah (less sugar).
- Memilih ukuran gelas yang paling kecil.
- Membatasi atau meniadakan penggunaan topping seperti boba atau jeli.
- Mengimbangi konsumsi dengan aktivitas fisik yang rutin.
Pada akhirnya, kunci utama menjaga berat badan adalah keseimbangan antara kalori yang masuk dan energi yang dikeluarkan. Dengan konsumsi yang wajar dan pola hidup aktif, milk tea tetap bisa dinikmati tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh.

















































