Warga Ungkap Detik-Detik Ledakan SPBE Bekasi

4 hours ago 2

KEBAKARAN disertai ledakan terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu malam, 1 April 2026. Salah satu warga yang tinggal tepat di sebelah SPBE, Abdul Muhi (36 tahun), menceritakan bahwa sebelum ledakan terjadi, kabut gas sempat menutupi jalan. “Kejadian sebelum ledakan itu sekitar pukul 20.30 WIB. Awalnya saya mendengar keributan. Pegawai di dalam panik karena ada kebocoran gas,” ujarnya di lokasi, Kamis, 2 April 2026.

Tidak lama kemudian, gas menyebar dengan cepat hingga tercium cukup kuat. Melihat kabut gas menutupi jalan, Abdul langsung mengevakuasi keluarganya sekaligus memperingatkan warga sekitar agar keluar dari rumah. “Saya memanggil warga agar tidak ada yang berada di dalam rumah. Saya juga mengevakuasi ibu saya,” kata dia.

Warga yang mendengar peringatan tersebut segera keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Tak lama setelah itu, ledakan terjadi.

Ledakan di SPBE itu diikuti percikan api yang menyambar bangunan di sekitar lokasi, termasuk ruko dan rumah warga. “Ketika percikan muncul, api langsung menyambar ke jalan. Ruko-ruko terbakar, termasuk kontrakan kakak saya,” ujarnya.

Kobaran api yang membesar juga merusak sejumlah bangunan, termasuk rumah Abdul. Selain menimbulkan kerugian materiil, ledakan disertai kebakaran ini juga menyebabkan korban luka. Abdul menyebut beberapa tetangganya terkena kobaran api dan kini menjalani perawatan di rumah sakit. “Ada yang langsung terkena kobaran api dan dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Polisi mencatat sebanyak 12 orang korban menjalani perawatan di rumah sakit akibat peristiwa tersebut. Kepala Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Kusumo Wahyu Bintoro, mengatakan para korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan sekitar 60 hingga 70 persen.

“Sementara ini data kami mencatat 12 orang dirawat di beberapa rumah sakit. Rata-rata mengalami luka bakar sekitar 60 sampai 70 persen,” kata Wahyu, Kamis, 2 April 2026 dini hari.

Ia menjelaskan bahwa para korban terdiri atas warga sekitar yang terdampak ledakan serta pekerja di lokasi. Para korban yang selamat saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. “Saat ini mereka masih mendapatkan perawatan terbaik di rumah sakit,” ujarnya.

Pilihan Editor: Kebakaran SPBE Cimuning Hanguskan Puluhan Rumah

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |