Jakarta (ANTARA) - Produsen ban PT Bridgestone Tire Indonesia (Bridgestone Indonesia) meraih penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Emas yang dilaksanakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.
Menurut siaran pers perusahaan di Jakarta pada Jumat, penghargaan PROPER Emas diberikan kepada fasilitas manufaktur milik Bridgestone di Karawang karena dinilai telah menerapkan standar pengelolaan lingkungan dan memberikan kontribusi pada masyarakat.
"PROPER Peringkat Emas ini menjadi kado paling indah karena bertepatan dengan ulang tahun emas atau 50 tahun Bridgestone hadir di Indonesia," kata Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno.
"Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di masa depan," ia menambahkan.
Fasilitas Bridgestone di Karawang mengimplementasikan inovasi Centralized Maintenance Energy Monitoring System (CMEMS) berbasis SCADA IoT.
Berdasarkan analisis Life Cycle Assessment (LCA), sistem ini secara presisi mengendalikan operasional pada unit Mixing yang menjadi penyumbang emisi terbesar.
Implementasi CMEMS diklaim sukses menurunkan konsumsi energi dari 6,20 GWh per tahun menjadi 4,90 GWh per tahun serta memangkas emisi gas rumah kaca (GRK) hingga 475,92 ton CO2e per tahun tanpa memindahkan dampak lingkungan ke proses kerja lainnya.
Di luar area operasional, Bridgestone Indonesia Karawang Plant menjalankan Program Reforestation, Innovation and Sanggabuana Empowerment (RISE), yang difokuskan pada perluasan skala konservasi Hutan Sanggabuana di Jawa Barat.
Dalam hal ini, perusahaan melakukan restorasi ekosistem dengan menciptakan koridor pakan bagi primata langka owa jawa.
Teknologi Biotagging (Kode QR) dan Avenza Map digunakan untuk memantau pertumbuhan pohon secara real-time.
Baca juga: 39 perusahaan raih PROPER Emas
Kementerian Lingkungan Hidup menilai Bridgestone Indonesia konsisten mengelola dampak lingkungan secara yang efektif dan efisien, termasuk mengelola sisa hasil produksi secara benar, meminimalkan polusi, menggunakan energi terbarukan, serta melakukan upaya konservasi.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan bahwa PROPER bukan sekadar alat evaluasi administratif.
"PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat," katanya.
Ia menjelaskan bahwa menurut hasil penilaian PROPER sebanyak 282 perusahaan berhasil mencapai kategori melampaui ketaatan, terdiri atas 39 perusahaan berperingkat Emas dan 243 perusahaan berperingkat Hijau.
PROPER mencakup pengawasan penaatan perusahaan, penerapan keterbukaan dalam pengelolaan lingkungan, pelibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup, dan pelaksanaan kewajiban perusahaan untuk menyampaikan informasi terkait pengelolaan lingkungan.
Penilaian peringkat PROPER melampaui ketaatan antara lain mencakup penerapan sistem manajemen lingkungan, upaya efisiensi energi, upaya penurunan emisi, serta implementasi Reduce, Reuse dan Recycle (3R) dalam penanganan limbah B3 serta non-B3.
Selain itu, ada penilaian konservasi air dan penurunan beban pencemaran air limbah, perlindungan keanekaragaman hayati, serta program pengembangan masyarakat.
Baca juga: Menteri LH: Peraih penghargaan PROPER nilai sahamnya bisa naik
Baca juga: Toyota berkomitmen terapkan standar lingkungan di seluruh fasilitasnya
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026






































