Wapres Gibran: Kemajuan AI tak Boleh Menggerus Budaya Bangsa

1 week ago 21
 Kemajuan AI tak Boleh Menggerus Budaya Bangsa Wapres Gibran (kiri).(Dok. Setwapres)

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan media sosial, harus dimanfaatkan untuk memperkuat pelestarian budaya, bukan justru mengikis identitas bangsa. Pemerintah, kata Gibran, berkomitmen memastikan transformasi digital berjalan beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya sebagai fondasi karakter nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Gibran saat menerima pengurus Bela Budaya Nusantara di Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Rabu (15/7).

Menurut Gibran, perkembangan teknologi merupakan keniscayaan yang tidak mungkin dihindari. Karena itu, masyarakat perlu mampu beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas bangsa.

“Memang tidak bisa dipungkiri, Pak, sekarang zamannya sosmed, zamannya AI, semua anak-anak pegang HP. Tapi yang namanya teknologi dan budaya harus berjalan selaras, Pak. Kemajuan teknologi, disrupsi teknologi tidak mungkin kita lawan. Tapi ini harus berjalan beriringan,” kata Gibran.

Ia menilai teknologi digital justru membuka peluang lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk mempromosikan berbagai warisan budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap budaya nasional. “Dengan adanya kemajuan teknologi, terutama sosmed, kita malah terbantu, Pak, untuk mengenalkan budaya kita lebih jauh,” ujarnya.

Gibran juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi secara positif sejalan dengan implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pembangunan karakter bangsa dan pelestarian budaya sebagai bagian penting dari agenda pembangunan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bela Budaya Nusantara, Mulyono, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian adat istiadat. Ia mengaku khawatir generasi muda akan semakin jauh dari budaya apabila tidak ada upaya nyata untuk mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa. “Kami juga merasa takut kalau budaya tidak kita bela ke depan, akan menjadikan generasi ini hanya pandai menjaga teknologi tapi tidak pandai dalam menjaga adat,” ujar Mulyono.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya. (Dev/P-3)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |