Uji Performa Vertu Alphafold: AI Pintar Hermes Agent Masih belum Maksimal(Vertu England)
KECERDASAN buatan (AI) kini tidak lagi sekadar menjawab pertanyaan. Teknologi ini mulai berkembang menjadi AI agent yang dirancang mampu memahami konteks, menghubungkan berbagai aplikasi, hingga membantu menyelesaikan pekerjaan secara otomatis.
Melalui Vertu Alphafold, ponsel lipat mewah memperkenalkan Hermes Agent, sistem AI yang dikembangkan untuk memahami konteks, mengelola alur kerja, serta menghubungkan berbagai aplikasi sehingga pengguna tidak perlu berpindah-pindah layanan saat menyelesaikan pekerjaan.
Untuk mendukung kemampuan tersebut, VERTU menghadirkan konsep Phone to ERP melalui VERTU Professional System (VPS). Sistem ini menghubungkan Hermes Agent dengan ERP, CRM, dan platform operasional perusahaan. Pengguna kemudian dapat meminta AI menyusun agenda, merangkum laporan, memantau target bisnis, hingga membantu proses persetujuan dokumen melalui perintah bahasa alami.
VERTU juga memanfaatkan desain layar lipat sebagai ruang kerja yang lebih luas. Saat perangkat dibuka, satu sisi layar dapat menampilkan dokumen atau dashboard bisnis, sementara sisi lainnya digunakan Hermes Agent untuk memberikan analisis, rekomendasi, atau tindak lanjut secara bersamaan.
Perangkat Premium, AI Masih Perlu Pembuktian
Meski menawarkan konsep AI yang cukup ambisius, perhatian publik tidak hanya tertuju pada kemampuannya. Perangkat keras Alphafold juga menjadi sorotan karena memiliki kemiripan dengan ZTE Nubia Fold. Mulai dari desain engsel, dimensi perangkat, hingga posisi speaker dan sensor sidik jari disebut hampir identik.
VERTU mengonfirmasi bahwa ALPHAFOLD dikembangkan melalui kemitraan rantai pasok yang memanfaatkan platform perangkat keras ZTE/Nubia. Sementara itu, VERTU berfokus pada penggunaan material premium, pengembangan perangkat lunak, kontrol kualitas, dan layanan purnajual.
Hasil Pengujian belum Sepenuhnya Konsisten
Meski menawarkan konsep AI agent yang ambisius, performa Hermes Agent masih menunjukkan hasil yang beragam. Berdasarkan pengujian yang dilaporkan Telset, AI tersebut mampu mengirim pesan dan membuka Google Maps ketika diminta mengatur perjalanan. Namun, sistem belum dapat memulai navigasi secara otomatis dan justru membuat pengingat pada waktu yang keliru
Kendala serupa juga terlihat saat AI menangani dokumen bisnis. Hermes Agent sempat berhasil menganalisis spreadsheet penjualan dan menjawab pertanyaan terkait isinya.
Namun, beberapa hari kemudian AI tidak lagi mengenali dokumen yang sebelumnya telah dibagikan sehingga pengguna harus mengunggah ulang berkas tersebut. Dalam pengujian yang sama, Gemini masih mampu memahami konteks percakapan dan menjawab pertanyaan lanjutan tanpa perlu mengunggah ulang dokumen.
Kemunculan Vertu Alphafold menunjukkan bahwa industri smartphone mulai bergerak menuju era AI agent, bukan lagi sekadar chatbot. Meski konsep tersebut menjanjikan, hasil pengujian menunjukkan kemampuan eksekusi dan konsistensi AI masih menjadi tantangan sebelum benar-benar dapat diandalkan dalam pekerjaan sehari-hari.
(VERTU/WIRED/TechCrunch/Telset/P-4)

















































