Watchdog(MI/HO)
SETELAH sukses menyelenggarakan Fête de la Musique atau Hari Musik Sedunia 2026 di berbagai kota, Kedutaan Besar Prancis di Indonesia melalui Institut français d’Indonésie (IFI) kembali memperkuat kerja sama budaya kedua negara. Tahun ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan edisi kelima tur jazz Prancis di Indonesia.
Inisiatif yang dimulai sejak 2022 ini telah berkembang menjadi ajang utama pertukaran musik. Program ini memberikan panggung bagi seniman muda Prancis untuk berinteraksi dengan penonton, festival, dan profesional musik di Indonesia, sekaligus membangun kolaborasi jangka panjang antar komunitas jazz kedua negara.
Menghadirkan Duo Inovatif: Watchdog
Pada edisi kali ini, tur jazz menghadirkan duo asal Prancis, Watchdog. Grup yang dibentuk pada 2016 ini terdiri dari pianis sekaligus komposer Anne Quillier dan pemain klarinet Pierre Horckmans. Sebagai pemenang program Jazz Migration, Watchdog dikenal dengan eksplorasi suara yang memadukan improvisasi, musik kontemporer, elektronik, dan elemen suara bebas.
Kehadiran mereka mewakili dinamisme generasi baru musisi Prancis yang terus memperbarui bentuk jazz kontemporer, meneruskan warisan tokoh ikonik seperti Django Reinhardt hingga Michel Petrucciani.
Jadwal Tur dan Lokasi di Indonesia
Tur akan berlangsung mulai 22 Juli hingga 8 Agustus 2026, melintasi enam kota besar di Indonesia. Berikut adalah jadwal lengkap perjalanan Watchdog:
| 22-23 Juli 2026 | Bromo | Jazz Camp |
| 25 Juli 2026 | Bromo | Jazz Gunung Festival |
| 28 Juli 2026 | Yogyakarta | ArtJog |
| 31 Juli 2026 | Jakarta | Jazz Summit Indonesia (IFI Jakarta) |
| 1 Agustus 2026 | Bandung | Road to The Papandayan Jazz Festival |
| 4 Agustus 2026 | Surabaya | JW Marriott Surabaya |
| 8 Agustus 2026 | Bali | Ubud Village Jazz Festival |
Lebih dari Sekadar Pertunjukan
Salah satu pilar utama dari inisiatif ini adalah ruang dialog di luar panggung. Sepanjang tur, Watchdog akan terlibat dalam berbagai kegiatan edukatif dan profesional, termasuk masterclass di Jakarta, lokakarya, serta pertemuan dengan komunitas jazz di Yogyakarta dan mahasiswa musik.
Program ini dapat terlaksana berkat kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan budaya, seperti Forum Jazz Indonesia, AJC – Association Jazzé Croisé, hingga penyelenggara festival besar di tanah air. Melalui sinergi ini, musik jazz diposisikan sebagai bahasa universal yang mempererat hubungan diplomatik dan kreatif antara Prancis dan Indonesia. (Z-1)

















































