Tuchel Enggan Disalahkan Soal Perubahan Taktik Inggris vs Argentina

1 week ago 7
Tuchel Enggan Disalahkan Soal Perubahan Taktik Inggris vs Argentina Pelatih timnas Inggris Thomas Tuchel saat pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Norwegia di Miami Stadium, Florida, Amerika Serikat, pada 11 Juli 2026.(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

PELATIH tim nasional Inggris, Thomas Tuchel, memberikan pembelaan terkait keputusan taktiknya setelah langkah The Three Lions terhenti di babak semifinal Piala Dunia 2026. Inggris harus mengubur mimpi ke partai puncak setelah dipaksa menyerah 1-2 oleh Argentina dalam laga yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7) dini hari WIB.

Inggris sebenarnya sempat memegang kendali dan berada di ambang final pertama mereka sejak 1966. Anthony Gordon berhasil memecah kebuntuan dan membawa Inggris unggul pada awal babak kedua. Namun, keunggulan tersebut sirna di menit-menit akhir laga. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan pada menit ke-85, sebelum Lautaro Martinez mengunci kemenangan Argentina melalui gol di masa injury time.

Kritik Pergantian Pemain

Sorotan tajam tertuju pada keputusan Tuchel yang menarik keluar pencetak gol Anthony Gordon dan memasukkan bek Ezri Konsa pada menit ke-72. Perubahan ini mengubah formasi Inggris menjadi lima bek, yang dinilai banyak pihak justru memberikan ruang bagi Argentina untuk mendominasi penguasaan bola dan meningkatkan intensitas serangan.

Namun, Tuchel menegaskan bahwa kekalahan tersebut bukan semata-mata akibat strategi pergantian pemain. Menurut pelatih asal Jerman itu, masalah utama terletak pada kegagalan timnya mempertahankan ritme permainan setelah unggul.

"Kami sangat kecewa. Kami sudah begitu dekat, tetapi setelah mencetak gol kami menjadi terlalu pasif dan memberi lawan terlalu banyak peluang. Kami tidak mampu merebut kembali penguasaan bola sehingga mereka terus mengirim umpan silang dan menciptakan peluang," ujar Tuchel.

Pembelaan Strategi Lima Bek

Terkait perubahan formasi menjadi lebih bertahan, Tuchel menjelaskan bahwa langkah itu diambil karena lini pertahanan Inggris mulai kedodoran menghadapi tekanan juara bertahan. Ia membantah bahwa timnya sengaja bermain bertahan total.

"Tepat setelah unggul, bahkan sebelum melakukan pergantian, kami sudah kebobolan terlalu banyak umpan silang. Karena itulah kami memutuskan bermain dengan lima bek, sebab ruang antarlini sudah terlalu terbuka," jelasnya. "Saya tidak merasa pergantian pemain yang lebih menyerang akan menyelesaikan masalah. Kami tidak bisa memenangi duel dan menjaga bola."

Tuchel menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas hasil minor tersebut. "Ketika kalah, Anda pasti dikritik. Saya yang bertanggung jawab atas semua keputusan itu, jadi saya juga yang menerima kritiknya," tambahnya.

Fokus Euro 2028

Meski gagal melaju ke final, posisi Tuchel sebagai manajer Inggris dipastikan tetap aman. Pelatih berusia 52 tahun tersebut menegaskan komitmennya untuk menghormati kontrak yang berlaku hingga Piala Eropa 2028, di mana Inggris akan bertindak sebagai salah satu tuan rumah.

"Kami akan terus melanjutkan pekerjaan sesuai kontrak hingga Euro di kandang sendiri pada 2028. Saat ini memang sulit melihat terlalu jauh ke depan, tetapi saya menantikan tantangan itu," tukasnya.

Sebelum mengakhiri kampanye di Amerika Serikat, Inggris masih menyisakan satu pertandingan terakhir. Mereka akan menghadapi Prancis dalam laga perebutan tempat ketiga yang dijadwalkan berlangsung di Miami pada Minggu (19/7) dini hari pukul 04.00 WIB. (AFP/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |