Trump Habiskan Rp15 T Sehari buat Lawan Drone Iran Seharga Rp338 Juta

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai diberondong kritik gegara diduga menghabiskan banyak uang hanya untuk menghadapi amunisi murah Iran.

Sejumlah media AS melaporkan beberapa anggota parlemen saat ini khawatir akan laporan besarnya biaya perang yang dikeluarkan pemerintah dalam perang melawan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MS NOW menyebut dua anggota Kongres mengatakan perang AS terhadap Iran menelan biaya sekitar 1 miliar dolar atau sekitar Rp16,8 triliun per hari. Politico sementara itu melaporkan Republikan mendengar bahwa Pentagon menghabiskan hingga 2 miliar dolar atau sekitar Rp33 triliun per hari untuk perang tersebut.

Pemimpin minoritas DPR di Kongres, Hakeem Jeffries, juga mengatakan Trump telah menghabiskan "miliaran dolar" pajak masyarakat untuk perangnya yang tak berkesudahan di Timur Tengah.

"Tapi mereka tidak bisa memberikan sepeser pun untuk biaya berobat yang terjangkau bagi warga Amerika. Mereka juga tidak bisa memberi uang untuk mempermudah warga Amerika yang bekerja keras membeli rumah pertama mereka, dan tidak bisa memberi uang untuk menurunkan tagihan belanja warga Amerika," katanya kepada wartawan di Capitol Hill pekan lalu, seperti dikutip Al Jazeera.

Jumlah pengeluaran yang fantastis ini, menurut Forbes, sebagian besar berasal dari biaya amunisi AS. Center for Strategic & International Studies (CSIS) memperkirakan amunisi AS mencapai 758 juta dolar atau sekitar Rp12,7 triliun per hari.

CSIS merinci, rudal Tomahawk yang dipakai AS berkisar 2 juta-3 juta dolar (Rp33 miliar-50 miliar). Biaya 100 drone kamikaze sementara itu sebesar 3,5 juta dolar (Rp59 miliar).

Pencegat rudal anti-balistik THAAD diperkirakan mencapai 12,8 juta dolar (sekitar Rp215 miliar). Drone nirawak MQ-9 Reaper senilai 30 juta dolar (sekitar Rp505 miliar).

Kit Pemandu JDAM, yang membawa "bom gravitasi", sementara itu seharga 80.000 dolar (sekitar Rp1,3 miliar).

Besarnya pengeluaran AS ini tak sebanding dengan pengeluaran Iran. Amunisi Iran yang dilawan AS harganya cuma ratusan dolar.

Iran selama ini mengandalkan drone Shahed-136, yang diyakini seharga 20.000-50.000 dolar atau sekitar Rp338 juta hingga Rp843 juta.

Para pengamat militer pun menilai Iran tampaknya sedang menggunakan strategi perang atrisi (atrision war), yaitu menguras ekonomi lawannya.

Fokus perang ini adalah perang berlarut-larut yang dirancang untuk menimbulkan biaya ekonomi dan psikologis yang tinggi tanpa harus terlibat dalam perang konvensional terbuka secara langsung. Strategi ini melibatkan proksi Iran dan taktik asimetris.

Dalam perang ini, Iran sering kali meluncurkan serangan udara secara masif. Iran terlihat menggunakan taktik salvo attacks (serangan serentak masif) sebagai cara menjenuhkan sistem pertahanan udara lawan.

Bukan cuma AS, taktik ini juga kemungkinan besar bikin Israel boncos. Sama seperti AS, sistem pertahanan udara Israel juga tergolong mahal, yakni seharga 3 juta dolar per unit atau sekitar Rp50 miliar untuk Arrow-3.

Dalam strateginya, Iran juga membidik target yang cukup vital, yakni fasilitas minyak dan gas negara Arab serta Selat Hormuz.

Pakar menilai serangan terhadap sektor energi semacam ini dapat memberikan tekanan ekonomi pada negara-negara Teluk dan komunitas internasional yang pada akhirnya dapat mendorong Washington melakukan de-eskalasi.

(blq/bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |