Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengklaim akan menggelar pembicaraan langsung dengan Iran di Pakistan pada akhir pekan ini.
Namun, klaim itu langsung dibantah Teheran yang menegaskan tidak ada agenda negosiasi dengan pejabat Washington di Islamabad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gedung Putih menyebut utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan Jared Kushner dijadwalkan berangkat ke Pakistan pada Sabtu (25/4) pagi untuk melakukan pembicaraan yang dimediasi pemerintah Pakistan dengan delegasi Iran.
"Saya bisa mengonfirmasi utusan khusus Witkoff dan Jared Kushner akan berangkat ke Pakistan besok pagi untuk melakukan pembicaraan langsung, yang dimediasi oleh Pakistan, dengan perwakilan delegasi Iran," kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, melansir CNN.
Leavitt mengatakan langkah itu diambil setelah Iran disebut menghubungi Washington dan meminta percakapan tatap muka, sebagaimana sebelumnya diminta Trump.
Gedung Putih juga menyiagakan Wakil Presiden JD Vance bersama Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan tim keamanan nasional untuk memantau perkembangan pembicaraan tersebut.
"Semua pihak akan bersiaga untuk terbang ke Pakistan jika diperlukan," ujar Leavitt.
Namun, pernyataan berbeda datang dari Iran. Media semi-resmi Tasnim dan Nournews melaporkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memang berada di Islamabad, tetapi bukan untuk bertemu dengan pejabat AS.
"Saat ini tidak ada negosiasi dengan Amerika dalam agenda, dan perjalanan Araghchi ke Islamabad bukan untuk negosiasi dengan Amerika, melainkan membahas pertimbangan Iran mengenai penghentian perang dengan pihak Pakistan," demikian laporan Tasnim.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei juga mempertegas bahwa tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS di Pakistan.
"Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan Amerika Serikat. Pandangan Iran akan disampaikan kepada Pakistan," kata Baghaei melalui akun X.
Menurut Baghaei, Araghchi berada di Pakistan untuk bertemu pejabat setempat dalam rangka koordinasi mediasi Islamabad dan membahas upaya penghentian perang yang disebut Iran sebagai agresi yang dipaksakan AS.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Pakistan. (Pakistan's Ministry of Information/Handout via REUTERS)
Sinyal yang saling bertolak belakang ini kembali memperlihatkan ketidakjelasan status negosiasi damai antara AS dan Iran. Sepanjang pekan ini, kedua negara beberapa kali mengirimkan pesan berbeda soal kemungkinan perundingan.
Sebelumnya pada akhir Maret, Trump sempat menyatakan Amerika telah melakukan pembicaraan produktif dengan Iran. Namun, saat itu Teheran juga membantah adanya negosiasi resmi, meski sumber Iran mengakui terdapat komunikasi informal dari Washington.
Putaran pembicaraan tingkat tinggi juga sempat digelar di Pakistan pada awal April lalu antara utusan AS dan Abbas Araghchi, tetapi berakhir tanpa kesepakatan. Beberapa hari setelahnya, media pemerintah Iran kembali menepis kabar akan adanya putaran lanjutan di Islamabad.
Kini, ketika Gedung Putih kembali mengumumkan pengiriman Witkoff dan Kushner ke Pakistan, Iran justru sekali lagi menyatakan belum ada meja perundingan yang disiapkan dengan Amerika.
Artinya, di tengah upaya Pakistan memainkan peran mediator, AS sudah bicara soal negosiasi langsung, sementara Iran masih memilih menyebutnya sebatas konsultasi regional.
(del/asr)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
3






































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4908650/original/070505300_1722696593-20240803BL_Perebutan_Peringkat_Ketiga_Piala_Presiden_2024_3.JPG)








