Jakarta, CNN Indonesia --
Rusia kembali melancarkan gelombang serangan udara ke sejumlah wilayah Ukraina pada Sabtu (25/4), waktu setempat, yang menewaskan sedikitnya enam orang.
Serangan terbaru itu menghantam bangunan permukiman hingga kendaraan sipil. Hal ini menandai belum meredanya agresi Moskow di tengah mandeknya upaya diplomasi penghentian perang.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pola serangan Rusia tidak berubah, yakni mengandalkan drone tempur, rudal jelajah, dan rudal balistik dalam jumlah besar untuk menyasar berbagai kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Strategi Rusia tetap sama, menggunakan drone serang, rudal jelajah, dan sejumlah besar rudal balistik. Sebagian besar targetnya adalah infrastruktur biasa di kota-kota, termasuk bangunan hunian, fasilitas energi, dan area usaha," ujar Zelensky, melansir AFP.
Korban jiwa terbesar terjadi di Kota Dnipro, wilayah timur Ukraina. Kepala Administrasi Militer Regional Dnipropetrovsk Oleksandr Ganzha melaporkan empat orang tewas dan 27 lainnya luka-luka setelah rudal Rusia menghantam sebuah blok apartemen pada serangan semalam.
Belum lama berselang, serangan lanjutan kembali menghantam bangunan apartemen lain di kota yang sama. Satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya terluka.
"Rusia kembali menyerang kawasan permukiman yang sama dengan yang menjadi sasaran semalam," ujar Ganzha.
Selain Dnipro, serangan juga terjadi di wilayah selatan Zaporizhzhia. Kepala administrasi setempat Ivan Fedorov mengatakan satu warga sipil tewas dan empat orang luka-luka setelah drone Rusia menghantam sebuah minibus sipil.
Rentetan serangan ini memperlihatkan bahwa sasaran Rusia masih didominasi fasilitas nonmiliter dan kawasan tempat tinggal warga. Dalam beberapa pekan terakhir, kota-kota besar Ukraina memang terus dibombardir meski pembicaraan penghentian konflik beberapa kali diwacanakan.
Zelensky mendesak sekutu-sekutu Kyiv, khususnya negara-negara Eropa, untuk merespons lebih keras serangan terbaru tersebut dengan mempercepat penguatan sistem pertahanan udara Ukraina.
"Setiap serangan seperti ini harus menjadi pengingat bagi mitra kami bahwa situasi ini memerlukan tindakan segera dan tegas, termasuk mempercepat penguatan pertahanan udara kami," ujarnya.
Ia juga kembali meminta Uni Eropa menjatuhkan sanksi tambahan kepada Rusia. Permintaan itu disampaikan dua hari setelah para pemimpin Uni Eropa menyetujui paket sanksi ke-20 terhadap Moskow yang menyasar sektor perbankan dan ekspor minyak Rusia.
Selain sanksi baru, Uni Eropa juga menyetujui pinjaman senilai 90 miliar euro atau sekitar US$105 miliar untuk Ukraina guna memperkuat pertahanan dan menopang belanja negara sepanjang 2026 hingga 2027.
Di sisi lain, serangan balasan dari Ukraina juga dilaporkan terjadi di wilayah Rusia yang berbatasan langsung dengan Ukraina. Serangan drone Ukraina dalam 24 jam terakhir melukai satu orang di wilayah Kursk.
Sementara di Belgorod, Gubernur Vyacheslav Gladkov menyebut seorang perempuan tewas dan seorang pria mengalami luka serius setelah mobil yang mereka tumpangi diserang drone. Seorang pengemudi traktor juga dilaporkan terluka dalam insiden terpisah.
Meski serangan saling balas terus berlangsung hampir setiap hari sejak invasi Rusia dimulai pada Februari 2022, jalur diplomasi untuk mengakhiri perang masih belum menunjukkan kemajuan berarti.
Upaya mediasi yang sebelumnya didorong Amerika Serikat kini disebut melambat setelah perhatian Washington tersita oleh pecahnya perang di Timur Tengah sejak Februari lalu. Kondisi itu membuat konflik Rusia-Ukraina kembali bergerak tanpa kepastian kapan akan berakhir.
(del/sfr)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
2






































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/4908650/original/070505300_1722696593-20240803BL_Perebutan_Peringkat_Ketiga_Piala_Presiden_2024_3.JPG)








