China-Jerman sepakat bela perdagangan bebas

6 hours ago 1

Beijing (ANTARA) - Pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Beijing pada Rabu (25/2) menghasilkan kesepahaman untuk terus membela keberlangsungan perdagangan bebas.

"China dan Jerman harus menjunjung tinggi posisi sentral PBB, menegaskan kembali peran kepemimpinannya, dan memimpin dalam menjaga multilateralisme, mempraktikkan supremasi hukum internasional, membela perdagangan bebas, dan mengadvokasi solidaritas dan koordinasi," kata Presiden Xi Jinping dalam keterangan tertulis dalam laman Kementerian Luar Negeri China yang diakses di Beijing, Rabu.

Merz melakukan kunjungan ke China pada 25-26 Februari dengan membawa 30 petinggi perusahaan terkemuka Jerman dalam upaya mempererat kerja sama bilateral. Ia bertemu dengan Xi Jinping di Wisma Negara Diaoyutai.

Presiden Xi menekankan bahwa China dan Jerman adalah ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia, dan hubungan bilateral tidak hanya berdampak pada kepentingan kedua negara, tetapi juga memiliki dampak signifikan pada Eropa dan dunia.

Ia pun mengajukan tiga usulan tentang pengembangan lebih lanjut hubungan China-Jerman yaitu pertama, kedua negara harus menjadi mitra yang dapat diandalkan dan saling mendukung.

"China akan terus berbagi peluang pembangunan dengan Jerman dan dunia yang lebih luas. Kami berharap Jerman dapat melihat pertumbuhan China secara objektif dan rasional, mengejar kebijakan yang positif dan pragmatis terhadap China, dan bekerja sama dengan China untuk pertumbuhan hubungan bilateral yang stabil dan berkelanjutan," tambah Presiden Xi.

Usulan kedua adalah agar kedua negara harus menjadi mitra inovatif yang menjunjung tinggi keterbukaan dan hasil yang saling menguntungkan.

"Pemerintah Jerman mengajukan strategi pembangunan baru di bidang teknologi, inovasi dan pengembangan digital dan strategi ini sangat selaras dengan tujuan China untuk mengejar pembangunan yang cerdas, hijau, dan terintegrasi selama Rencana Lima Tahun ke-15," ungkap Xi.

Sedangkan usulan ketiga adalah kedua negara harus menjadi mitra yang saling memahami dan berbagi ikatan erat melalui pertukaran budaya dan antar masyarakat.

"China dan Jerman sebagai negara-negara besar dengan warisan budaya yang mendalam, harus memperkuat pembelajaran bersama dalam bidang budaya dan meningkatkan pertukaran antar masyarakat sehingga memperkuat landasan persahabatan China-Jerman," tambah Xi.

Sementara Kanselir Merz mengatakan Jerman menghargai hubungannya dengan China dan dengan tegas menjunjung tinggi kebijakan "Satu China".

"Jerman siap bekerja sama dengan China untuk meneruskan persahabatan tradisional, tetap berkomitmen pada saling menghormati dan kerja sama terbuka, serta terus memperdalam kemitraan strategis menyeluruh," kata Kanselir Merz.

Komunitas bisnis Jerman, ungkap Merz, sangat memprioritaskan pasar China dan berharap untuk lebih memperdalam kerja sama dengan China untuk saling menguntungkan dan pertumbuhan bersama.

"Jerman berharap dapat bekerja sama dengan China untuk meningkatkan koordinasi, bersama-sama mematuhi perdagangan bebas dan menolak proteksionisme," tambah Merz.

Xi dan Merz juga bicara mengenai krisis Ukraina.

Presiden Xi menjelaskan posisi China dan menunjukkan bahwa kunci untuk menemukan solusi terletak pada dialog dan negosiasi yang konsisten serta memastikan partisipasi yang setara dari semua pihak dan membangun fondasi yang kokoh untuk perdamaian.

"Perlu untuk mengakomodasi kekhawatiran dari semua pihak dan meningkatkan keinginan untuk perdamaian serta mewujudkan keamanan bersama dan membangun arsitektur perdamaian yang tahan lama," kata Xi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning dalam konferensi pers rutih mengatakan ada praktik-praktik sukses dari persaingan yang sehat dan pembangunan terpadu antara China dan Jerman.

"Kedua negara harus menjunjung tinggi prinsip saling menghormati, kesetaraan, dan saling menguntungkan, mencapai kemajuan yang lebih besar dalam hubungan China-Jerman, dan bersama-sama memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perdamaian dan kemakmuran dunia," kata Mao Ning.

Sebelum memulai kunjungannya, Merz mengemukakan lima prinsip utama dalam pendekatan Berlin terhadap Beijing yang salah satunya menyebut tentang persaingan ekonomi yang adil sebagaimana dilansir oleh media Deutsche Welle.

Kunjungan Merz ke China menambah daftar negara sekutu Amerika Serikat (AS) yang mendekat ke China setelah Trump kembali menjadi presiden AS pada 2025 dengan agenda proteksionismenya.

Sebelum Merz, Presiden Prancis telah melawat ke China pada Desember 2025 dan disusul oleh Perdana Menteri Inggris dan Kanada pada Januari 2026.

Pada 2025, China menggeser posisi AS sebagai mitra dagang terbesar Jerman dengan nilai 251,8 miliar euro (sekitar Rp4.280 triliun).

Akan tetapi Jerman mengalami defisit perdagangan dengan China yang ditaksir mencapai 90 miliar euro (sekitar Rp1.530 triliun) meningkat 30 miliar euro (sekitar Rp510 triliun) dari tahun 2024.

Baca juga: Jerman mengkritik Rusia dan China karena mendukung Iran

Baca juga: China raup 38% pangsa pasar mobil dunia, kalahkan Jepang hingga Jerman

Baca juga: Survei: dua pertiga warga Jerman anggap AS ancaman perdamaian dunia

Pewarta: Desca Lidya Natalia dan Rizki Dwi Wibawa
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |