Trump Enggan Tinggalkan Podium saat Spanyol Angkat Piala

5 days ago 4
Trump Enggan Tinggalkan Podium saat Spanyol Angkat Piala Aksi Trump yang enggan turun dari podium juara sebenarnya bukan hal baru. Pada final Piala Dunia Antarklub FIFA tahun lalu di lokasi yang sama, ia juga melakukan hal serupa saat Chelsea merayakan gelar juara.(Anadolu)

TIM nasional Spanyol resmi merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Argentina dengan skor tipis 1-0 dalam laga final yang berlangsung di Stadion New York New Jersey. Namun, di balik euforia kemenangan La Furia Roja, perhatian publik justru terbelah oleh aksi kontroversial Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, di atas panggung juara.

Trump, yang hadir mendampingi Presiden FIFA Gianni Infantino dalam prosesi penyerahan trofi, sempat disambut sorakan penonton saat memasuki lapangan. Meski Infantino telah berupaya mengarahkan sang presiden untuk meninggalkan area podium agar pemain Spanyol bisa merayakan kemenangan, pria berusia 80 tahun itu bergeming. Ia justru memperagakan gerakan ikonik "Trump dance" di hadapan para penggawa Spanyol yang tengah bersiap mengangkat trofi.

Presiden Trump tiba di stadion menggunakan helikopter Marine One dan menyaksikan jalannya pertandingan dari tribun kehormatan bersama Melania Trump dan Gianni Infantino. Sebelum laga dimulai, Trump sempat menjagokan Argentina karena faktor Lionel Messi dan kedekatannya dengan Presiden Argentina, Javier Milei. Namun, usai peluit panjang berbunyi, ia tampak menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.

"Saya tidak sedih. Saya kira Spanyol memang bermain lebih baik," ujar Trump sebagaimana dikutip dari AFP.

Momentum final ini juga dimanfaatkan Trump untuk melakukan diplomasi kilat. Ia bertemu dengan Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, guna membahas persoalan kabut asap kebakaran hutan yang sempat mengancam kualitas udara di wilayah timur laut AS menjelang final. Dalam gaya khasnya, Trump melontarkan pernyataan terkait kompensasi ekonomi atas dampak lingkungan tersebut.

"Saya memiliki hubungan yang baik dengan Carney, tetapi mungkin mereka harus membayar ganti rugi kepada kami atau kami mengenakan tarif," cetusnya.

Kontroversi dan Popularitas Sepak Bola

Kehadiran Trump di partai puncak ini merupakan kali pertama ia menyaksikan langsung pertandingan Piala Dunia 2026 secara luring. Sebelumnya, ia sempat memicu polemik setelah diketahui menghubungi Infantino secara pribadi untuk meminta pembatalan kartu merah penyerang AS, Folarin Balogun, menjelang laga babak 16 besar melawan Belgia.

Meski diwarnai berbagai kebijakan imigrasi ketat yang sempat menyulitkan visa suporter luar negeri sejak ia kembali menjabat pada Januari 2025, Trump memuji kesuksesan turnamen yang menggelar total 104 pertandingan ini.

Kutipan Utama:

"Ini mungkin menjadi ajang olahraga paling sukses dalam sejarah dunia. Luar biasa. Ternyata kami adalah negara sepak bola dan saya rasa itu akan terus bertahan," kata Trump.

Bukan Aksi Pertama

Aksi Trump yang enggan turun dari podium juara sebenarnya bukan hal baru. Pada final Piala Dunia Antarklub FIFA tahun lalu di lokasi yang sama, ia juga melakukan hal serupa saat Chelsea merayakan gelar juara. Kala itu, Trump bahkan mengklaim trofi tersebut disimpan di Oval Office, sebelum akhirnya FIFA mengklarifikasi bahwa benda yang dibawa sang presiden hanyalah sebuah replika.

Argentina dipaksa menyerah 0-1 oleh Spanyol dalam laga final Piala Dunia 2026 yang berlangsung dramatis di Stadion New York New Jersey, Senin (20/7) WIB.

Di sisi lain, Trump juga memastikan hubungan bilateral dengan Spanyol tetap kondusif. Ia sempat menjalin komunikasi dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez untuk meredam ketegangan terkait kritik kerasnya terhadap belanja pertahanan NATO dan kebijakan Madrid mengenai konflik Iran. (Ndf/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |