Topan Bavi Terjang Okinawa Jepang, 5 Orang Luka dan Penerbangan Dibatalkan

2 weeks ago 12
Topan Bavi Terjang Okinawa Jepang, 5 Orang Luka dan Penerbangan Dibatalkan Amukan badai di Jepang.(Anadolu)

TOPAN dahsyat melanda Prefektur Okinawa di Jepang selatan pada Sabtu, membawa angin kencang dan hujan lebat yang mengakibatkan sejumlah warga terluka serta gangguan transportasi udara yang signifikan. Topan yang diidentifikasi sebagai Topan Bavi ini merupakan siklon ke-9 dalam musim ini.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Jepang (JMA), Topan Bavi tercatat membawa angin dengan kecepatan hingga 144 kilometer per jam saat melintasi Pulau Miyako di Okinawa. Kekuatan angin yang besar ini memicu gelombang tinggi di wilayah pesisir dan risiko kerusakan infrastruktur ringan.

Otoritas prefektur setempat melaporkan bahwa hingga Sabtu, terdapat lima orang yang mengalami luka ringan. Cedera tersebut dilaporkan terjadi akibat terjangan angin kencang dan dampak gelombang tinggi di wilayah terdampak. Petugas medis telah memberikan perawatan kepada para korban, dan sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka berat.

Data Utama Dampak Topan Bavi:

Kategori Detail Informasi
Kecepatan Angin Maksimum 144 km/jam (Pulau Miyako)
Jumlah Korban Luka 5 Orang (Luka Ringan)
Wilayah Terdampak Utama Okinawa & Amami (Kagoshima)
Status Operasional Udara Pembatalan Massal (JAL & ANA)

Gangguan Transportasi Udara

Sektor transportasi udara mengalami dampak langsung dari cuaca ekstrem ini. Dua maskapai besar Jepang, Japan Airlines (JAL) dan All Nippon Airways (ANA), secara resmi mengumumkan pembatalan sejumlah jadwal penerbangan. Rute yang terdampak mencakup penerbangan dari dan menuju Okinawa serta wilayah Amami di Prefektur Kagoshima, barat daya Jepang.

Pihak maskapai mengimbau penumpang untuk terus memantau status penerbangan terbaru melalui kanal resmi mereka, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif di sekitar wilayah lintasan badai.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa topan ke-9 musim ini tersebut kini telah bergerak meninggalkan wilayah Jepang. Meskipun demikian, otoritas terkait tetap meminta warga untuk waspada terhadap potensi hujan susulan atau dampak sisa dari gelombang tinggi di area pesisir. (Ant/I-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |