Tips Olahraga Saat Cuaca Panas: Atur Durasi dan Intensitas untuk Hindari Heat Stroke

1 week ago 16
 Atur Durasi dan Intensitas untuk Hindari Heat Stroke Ilustrasi(magnific)

CUACA panas ekstrem yang belakangan terjadi menuntut para penggiat olahraga untuk lebih waspada. Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.KO., Subsp.ALK (K), menyarankan agar masyarakat menyesuaikan intensitas dan durasi olahraga, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Menurut dr. Andi, suhu udara yang tinggi berdampak langsung pada kondisi fisiologis tubuh.

"Ketika cuaca sangat panas, maka heart rate atau denyut nadi kita akan meningkat, bahkan pernapasan kita juga akan lebih meningkat. Pasti akan merasa kelelahan," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/7).

Dokter lulusan Universitas Indonesia ini menjelaskan bahwa memaksakan intensitas atau kecepatan normal saat cuaca panas justru berbahaya. Hal tersebut dapat mempercepat pengurasan energi dan meningkatkan suhu inti tubuh secara drastis.

Oleh karena itu, ia sangat menyarankan untuk menurunkan intensitas dan memperpendek durasi latihan demi mengutamakan kesehatan di atas risiko cedera atau gangguan kesehatan.

Pentingnya Aklimatisasi dan Hidrasi

Selain mengatur beban latihan, dr. Andi menekankan pentingnya proses aklimatisasi atau adaptasi tubuh terhadap lingkungan panas. Bagi mereka yang tengah mempersiapkan ajang olahraga seperti maraton atau half marathon, latihan pada jam dan kondisi cuaca yang serupa dengan hari pelaksanaan sangatlah krusial.

Ia juga mengingatkan agar aspek hidrasi tidak diabaikan. Menjaga asupan cairan harus dilakukan secara konsisten, mulai dari sebelum, saat, hingga setelah berolahraga.

"Tetap saja kita menyesuaikan dan mendengarkan sinyal tubuh, jangan sampai terjadi heat stroke atau heat related illness," tambahnya.

Risiko Gangguan Kesehatan Akibat Cuaca Panas (Heat-Related Illness):

Tahapan/Jenis Dampak pada Tubuh
Heat Cramps Kram otot akibat panas dan kehilangan elektrolit.
Heat Exhaustion Kelelahan hebat akibat suhu inti tubuh meningkat.
Heat Stroke Sengatan panas ekstrem yang dapat memicu penurunan kesadaran.

Waspadai Kelembapan Tinggi

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kelembapan udara. Dr. Andi menjelaskan bahwa saat kelembapan tinggi, tubuh akan kesulitan membuang panas. Meskipun tubuh mengeluarkan keringat, proses penguapan (evaporasi) terhambat oleh udara yang lembap.

Padahal, penguapan keringat adalah mekanisme alami tubuh untuk mendinginkan suhu inti. Jika proses ini gagal, risiko heat stress atau stres panas akan meningkat secara signifikan.

Memperhatikan informasi cuaca sebelum memulai aktivitas fisik menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan agar terhindar dari kondisi fatal seperti penurunan kesadaran. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |